Polres Bogor Tegaskan Tidak Ada Sistem Satu Arah Penuh di Jalur Puncak Hingga Lebaran
Polres Bogor secara resmi memastikan bahwa tidak akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way secara penuh di Jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan tradisi silaturahmi masyarakat yang masih berlangsung selama momen Lebaran.
Pertimbangan Budaya Silaturahmi Jadi Alasan Utama
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor, Ardian Novianto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas baru akan diterapkan mulai H+1 Lebaran. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya silaturahmi yang kuat di masyarakat. "Kami khawatir jika rekayasa dilakukan lebih awal, akan muncul banyak komplain dari warga," ujar Ardian di Bogor, Selasa. Ia menekankan bahwa hingga saat ini, kepolisian belum merencanakan pemberlakuan sistem one way penuh selama periode mudik Lebaran di jalur tersebut.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional di Titik Rawan
Sebagai gantinya, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional di titik-titik yang rawan mengalami kemacetan parah. Sistem yang akan diterapkan meliputi buka-tutup arus kendaraan di lokasi tertentu. "Untuk sementara, one way penuh tidak ada. Rekayasa yang dilakukan biasanya sepenggal, seperti buka tutup di Pasir Muncang atau Pasar Cisarua," jelas Ardian. Sistem buka-tutup ini umumnya diberlakukan pada waktu-waktu spesifik, terutama menjelang waktu berbuka puasa ketika volume kendaraan cenderung meningkat signifikan.
Pergerakan Pemudik Mulai Terlihat, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan pemudik di Jalur Puncak sudah mulai terlihat, terutama pada sore hingga malam hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, peningkatan kendaraan terjadi setelah waktu berbuka puasa, dengan dominasi kendaraan roda dua yang membawa barang tambahan seperti ransel di bagian depan. Ardian menyebutkan bahwa sebagian pemudik yang melintas merupakan perjalanan jarak menengah dari wilayah DKI Jakarta menuju daerah di Jawa Barat bagian selatan hingga sebagian wilayah Jawa Tengah.
Meskipun arus mudik sudah meningkat, kepolisian memprediksi bahwa puncak arus mudik di Jalur Puncak akan terjadi mendekati Hari Raya Idul Fitri. "Untuk peningkatan sudah mulai nampak, namun untuk prediksi puncak arus mudik tetap kami perkirakan terjadi pada H-4 atau H-3 Lebaran," kata Ardian. Prediksi ini menjadi acuan bagi pihak berwenang dalam menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas yang lebih efektif selama periode liburan tersebut.
Dengan kebijakan ini, Polres Bogor berharap dapat menyeimbangkan kebutuhan pengaturan lalu lintas dengan penghormatan terhadap tradisi masyarakat, sekaligus meminimalkan gangguan selama momen penting Lebaran.



