Kepolisian Filipina berhasil menangkap seorang tersangka yang terkait dengan insiden baku tembak di Gedung Senat di Manila pada Rabu (13/5) malam waktu setempat. Peristiwa tersebut terjadi ketika aparat berusaha menangkap Senator Ronald Dela Rosa, mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina yang menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait kejahatan kemanusiaan pada era mantan Presiden Rodrigo Duterte.
Kronologi Baku Tembak
Insiden bermula saat Dela Rosa berlindung di dalam Gedung Senat untuk menghindari penangkapan. Menteri Dalam Negeri Filipina, Juanito Victor Remulla, mengatakan petugas keamanan Senat melepaskan tembakan peringatan ke arah beberapa pria bersenjata tak dikenal yang naik ke tangga gedung. Para pria bersenjata itu kemudian membalas dengan menembak ke udara dan melarikan diri. Sejumlah senator yang berada di dalam gedung, termasuk Dela Rosa, berlindung di kantor masing-masing. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Penangkapan Tersangka
Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina, Brigadir Jenderal Randulf Tuano, mengonfirmasi bahwa seorang tersangka ditangkap di lantai dua Gedung Senat. Polisi menyita amunisi dari tersangka laki-laki tersebut, namun identitasnya belum diungkap. Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk residu tembakan. Otoritas masih menyelidiki jumlah pasti tersangka yang terlibat dalam penembakan tersebut.
Latar Belakang Dela Rosa
Ronald Dela Rosa, yang dikenal dengan julukan "Bato", memimpin Kepolisian Nasional Filipina pada 2016-2018, fase awal kampanye anti-narkoba Duterte yang mematikan. Operasi "perang narkoba" itu menewaskan ribuan orang, sebagian besar pengguna dan pengedar narkoba tingkat rendah. Duterte sendiri telah ditangkap pada Maret tahun lalu dan diterbangkan ke Den Haag untuk menjalani persidangan di ICC.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Polisi terus berupaya mengungkap jaringan pelaku penembakan di Gedung Senat Filipina.



