Strategi Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Disiapkan, Trans Jawa Jadi Tujuan Mayoritas Kendaraan
Kepolisian telah memulai persiapan strategi pengaturan arus balik Lebaran 2026 sejak hari pertama setelah perayaan, atau H+1. Lonjakan arus balik diperkirakan akan terjadi dari berbagai wilayah, dengan 66 persen kendaraan mengarah ke jalur Trans Jawa. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa antisipasi telah dilakukan untuk mengelola kepadatan lalu lintas selama periode puncak.
Rekayasa Lalu lintas dan Pengelolaan Arus
Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Salah satu langkah strategis adalah uji coba Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan, yang rencananya akan dibuka penuh saat puncak arus balik. Agus menjelaskan, "Solusinya cukup strategis karena Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sudah diuji coba dan akan dibuka penuh pada saat arus puncak." Selain itu, pengelolaan lalu lintas juga difokuskan pada wilayah-wilayah aglomerasi seperti Solo Raya, Semarang, Jabodetabek, Bali, dan Malang.
Pengamanan Diperketat di Jalur Wisata dan Pelabuhan
Pengamanan selama arus balik juga diperketat di sejumlah jalur wisata dan pelabuhan utama, termasuk Bakauheni, Merak, dan Gilimanuk. Agus memastikan bahwa situasi keamanan tetap terkendali, dengan tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu arus mudik. Ia menambahkan, "Peristiwa kecelakaan dengan korban meninggal turun 27 persen, dan angka kecelakaan lalu lintas secara keseluruhan turun 3,5 persen selama operasi berlangsung." Penurunan ini diharapkan dapat dipertahankan hingga masa arus balik selesai.
Dengan persiapan yang matang, kepolisian berkomitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama arus balik Lebaran 2026, terutama di jalur Trans Jawa yang menjadi tujuan mayoritas kendaraan.



