Satpol PP Banyuwangi Dikeroyok Saat Tegur Pesta Miras, 10 Pemuda Terlibat
Satpol PP Dikeroyok Saat Tegur Pesta Miras di Banyuwangi

Satpol PP Banyuwangi Dikeroyok Saat Tegur Pesta Miras, 10 Pemuda Terlibat

Insiden kekerasan terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur, ketika anggota Satpol PP setempat dikeroyok oleh sekelompok pemuda yang sedang berpesta minuman keras (miras). Peristiwa ini mengakibatkan korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Pemicu Insiden: Teguran atas Pesta Miras di Trotoar

Kasus ini bermula pada Minggu (15/3/2026) dini hari, saat anggota Satpol PP berinisial AF (32) dan rekannya HR (35) sedang melakukan patroli malam di sekitar Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Mereka menemukan sekelompok pemuda dan pemudi yang sedang asyik menenggak miras di trotoar depan TK Pertiwi, tepat di sisi kiri pendopo.

Menurut Kasatpol PP Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, anggota tersebut mendapati gerombolan anak muda-mudi tersebut tengah berpesta miras di lokasi tersebut. AF dan HR kemudian menegur para pemuda agar menghentikan aktivitasnya dan berpindah tempat demi menjaga ketertiban umum.

Eskalasi Kekerasan: Pemuda Tak Terima Ditegur

Namun, teguran persuasif itu tidak digubris oleh para pemuda. Alih-alih menuruti permintaan, sekitar 10 orang pemuda dan pemudi justru melawan dengan melakukan pengeroyokan terhadap AF. Serangan ini dipicu oleh ketidaksukaan mereka karena ditegur, terutama setelah terungkap bahwa mereka telah mengonsumsi arak oplosan, yang dibuktikan dengan botol-botol yang dibuang ke dalam pagar sekolah.

Dalam aksi kekerasan tersebut, seorang pemuda menendang bagian kepala AF, sementara remaja lainnya melemparkan tong sampah ke arah korban. Akibat serangan ini, AF mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuhnya, meskipun tidak dilaporkan kondisi yang lebih parah.

Dampak dan Respons Otoritas

Insiden ini menyoroti tantangan dalam penegakan ketertiban di ruang publik, terutama terkait konsumsi miras ilegal. Satpol PP Banyuwangi telah menangani kasus ini dan kemungkinan akan mengambil tindakan hukum terhadap para pelaku. Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara aparat dan masyarakat untuk mencegah kekerasan serupa di masa depan.

Kesimpulan: Pengeroyokan terhadap anggota Satpol PP di Banyuwangi ini menunjukkan risiko yang dihadapi petugas saat menegur pelanggaran, sekaligus menekankan perlunya penanganan yang lebih tegas terhadap aktivitas miras ilegal di daerah tersebut.