Satgas Haji Polri-Kemenhaj Dibentuk hingga Polres, Fokus Cegah Tindak Pidana
Satgas Haji Dibentuk hingga Polres untuk Cegah Tindak Pidana

Satgas Haji Polri-Kemenhaj Dibentuk hingga Tingkat Polres, Fokus Cegah Tindak Pidana

Satgas Haji yang dibentuk oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menggelar rapat koordinasi hari ini. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah upaya pencegahan tindak pidana dalam penyelenggaraan ibadah haji, dengan satuan tugas ini diperluas hingga ke jajaran tingkat Polres.

Kolaborasi Hingga Tingkat Bawah untuk Keamanan Jemaah

Wakabaintelkam Polri Irjen Nanang Rudi Supriatna menjelaskan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, bahwa Satgas Haji ini dibentuk sampai ke tingkat Polres. "Kami berkolaborasi dengan Kementerian Haji hingga ke tingkat bawah, di mana ada Kepala Kantor Haji di tingkat kabupaten atau kota," ujarnya. Tujuan utama pembentukan satgas ini adalah untuk menjamin dan memberikan pelayanan keamanan kepada para calon jemaah haji, sekaligus mencegah terjadinya tindak pidana selama proses penyelenggaraan.

Nanang menambahkan bahwa rapat tersebut membahas berbagai hal teknis untuk memastikan efektivitas satgas. "Kami membicarakan beberapa hal teknis dengan tujuan agar Satgas Haji dapat bekerja optimal dalam melindungi jemaah dan mencegah kejahatan," jelasnya. Hal ini mencakup koordinasi intensif antara aparat kepolisian dan petugas haji di lapangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Penuh dari Polri untuk Penindakan Kejahatan

Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, menyampaikan bahwa Mabes Polri memiliki komitmen kuat untuk membantu Kemenhaj dalam membentuk Satgas Haji. "Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam hal ini, sehingga dukungan penuh dari kepolisian sangat kami butuhkan," ujar Harun. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap tindak pidana dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

Harun juga mengungkapkan bahwa Kemenhaj menerima setidaknya 20 kasus laporan terkait haji per harinya, yang memerlukan penanganan serius dan cepat. "Ini membutuhkan tindakan yang tegas untuk menciptakan efek jera, sehingga laporan-laporan di masa depan dapat diminimalisir atau dicegah," tuturnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas dukungannya dalam pembentukan satgas ini.

Hotline Pengaduan untuk Masyarakat

Bareksrim Polri mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi penipuan terkait penyelenggaraan haji. Masyarakat dapat melaporkan hal-hal mencurigakan melalui hotline pengaduan di nomor 0812-188-991-91. Harun berharap bahwa dengan adanya Satgas Haji, kejahatan di bidang haji dan umrah dapat diminimalisir secara signifikan. "Mudah-mudahan Satgas ini bisa bekerja dengan cepat dan terukur sehingga mampu mengurangi tindak pidana," tambahnya.

Pembentukan Satgas Haji hingga tingkat Polres ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan respons cepat dalam menangani berbagai masalah, mulai dari penipuan hingga pelanggaran lainnya, demi kelancaran dan keamanan ibadah haji bagi seluruh jemaah Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga