Ini Kandungan Ikan Sapu-Sapu Menurut Uji Labkes DKI, Bahaya Dikonsumsi?
Kandungan Ikan Sapu-Sapu Menurut Uji Labkes DKI

Kandungan Ikan Sapu-Sapu Menurut Uji Labkes DKI

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) sering ditemukan di perairan Indonesia, termasuk di Jakarta. Namun, banyak yang bertanya-tanya tentang keamanan mengonsumsi ikan ini. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkes DKI) telah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan ikan sapu-sapu. Hasilnya menunjukkan bahwa ikan ini mengandung beberapa zat yang perlu diwaspadai.

Hasil Uji Laboratorium

Menurut laporan Labkes DKI, ikan sapu-sapu mengandung logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dalam kadar yang melebihi ambang batas aman. Timbal ditemukan sebesar 0,5 mg/kg, sementara ambang batas maksimal menurut BPOM adalah 0,3 mg/kg. Kadmium tercatat 0,2 mg/kg, melebihi batas 0,1 mg/kg. Selain itu, ikan ini juga mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang menunjukkan kontaminasi feses.

Bahaya bagi Kesehatan

Kandungan logam berat yang tinggi dapat menyebabkan keracunan kronis, gangguan ginjal, dan masalah perkembangan pada anak. Kontaminasi bakteri E. coli dapat menyebabkan diare, muntah, dan infeksi saluran pencernaan. Ikan sapu-sapu juga diketahui sebagai spesies invasif yang hidup di perairan kotor, sehingga risiko kontaminasi semakin tinggi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rekomendasi Konsumsi

Berdasarkan hasil uji, Labkes DKI menyarankan untuk tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu secara rutin. Jika tetap ingin mengonsumsinya, pastikan ikan berasal dari perairan bersih dan dimasak dengan sempurna. Namun, lebih baik memilih ikan lain yang lebih aman seperti ikan nila atau lele yang telah dibudidayakan.

Kesimpulannya, ikan sapu-sapu mengandung logam berat dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan memprioritaskan konsumsi ikan yang terjamin keamanannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga