Salat Id di Kantor PP Muhammadiyah Picu Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Pusat
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar salat Idul Fitri pagi ini, Jumat (20/3/2026), di kantornya yang berlokasi di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Antusiasme tinggi umat muslim terlihat sejak pukul 06.50 WIB, dengan jemaah memadati halaman parkir hingga saf salat membludak dan menutupi ruas jalan tersebut.
Polisi Lakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas
Menyikapi kondisi itu, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi. Pengalihan dilakukan baik dari arah Cut Mutia menuju Tugu Tani maupun sebaliknya, seiring dengan membanjirnya jemaah yang hendak mengikuti ibadah salat Id.
Kaur Bin Ops Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Didik Eko Wahyudi, menjelaskan bahwa kendaraan dari arah Cut Mutia yang mengarah ke Patung Tani dialihkan untuk memutar balik ke arah Menteng. Hal ini karena area depan lokasi salat dipergunakan untuk kegiatan ibadah.
"Kami lakukan rekayasa lalu lintas. Yang dari arah Cut Mutia mengarah ke Patung Tani, karena di depan lokasi salat Id kita dipergunakan untuk salat Id, maka kita alihkan memutar balik arah ke Menteng," ucap Didik saat ditemui di lokasi.
Penutupan Jalan Hingga Salat Selesai
Selain itu, penutupan jalan juga diberlakukan dari arah Senen atau Jalan Ridwan Rais yang mengarah ke Cut Mutia atau Cikini. Kendaraan dari sana dialihkan ke arah Monas atau kembali ke Patung Tani.
Didik menegaskan bahwa penutupan jalan ini bertujuan agar jemaah dapat khidmat menjalani ibadah salat Id di PP Muhammadiyah. Kebijakan ini akan berlaku hingga berakhirnya salat.
"Kita laksanakan nanti selesai, sampai dengan selesai salat Idul Fitri. Baik, sampai selesai, nanti jemaah-jemaah selesai, bubarkan diri, baru kita normalkan kembali," imbuhnya.
Perbedaan Penetapan Lebaran 2026
Salat Id ini digelar oleh PP Muhammadiyah pada tanggal 20 Maret 2026, sesuai dengan maklumat organisasi tersebut. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat.
Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers menyatakan, "Disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026." Dengan demikian, terdapat perbedaan satu hari dalam penetapan Lebaran antara pemerintah dan Muhammadiyah untuk tahun ini.
Rekayasa lalu lintas ini menjadi langkah antisipatif polisi untuk menjaga kelancaran dan keamanan di tengah tingginya partisipasi masyarakat dalam ibadah salat Id, sekaligus mengakomodir perbedaan penanggalan yang terjadi.



