Marinir Ungkap Prosedur Medis Peserta Latsarmil SPPI Usai 3 Meninggal
Prosedur Medis Peserta Latsarmil SPPI Usai 3 Meninggal

Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) membeberkan prosedur penanganan medis bagi peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang mengalami gangguan kesehatan. Pengungkapan ini muncul di tengah sorotan publik setelah tiga orang peserta dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pelatihan.

Prosedur Pelaporan Berjenjang

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol Marinir Agus Mutaqin, menjelaskan bahwa peserta yang mengalami keluhan kesehatan harus mengikuti prosedur pelaporan berjenjang. Langkah pertama adalah melaporkan kondisi tersebut kepada komandan peleton (Danton).

"Mereka melaporkan ke tingkat bawah, dalam hal ini Danton (Komandan Peleton). Kemudian Danton melapor ke Danki (Komandan Kompi), dan Danki melapor ke Danyonlat (Komandan Batalyon Latihan)," kata Agus pada Kamis (25/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sementara proses pelaporan berlangsung, peserta yang sakit langsung mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan yang tersedia di markas. Apabila tenaga medis dari Peleton Kesehatan (Tonkes) atau dokter setempat tidak mampu menangani, maka tersedia rumah sakit rujukan.

"Namun apabila dari Peleton Kesehatan (Tonkes) atau dokter kami tidak mampu menangani, sudah disiapkan rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Marinir Cilandak yang akan segera melakukan penanganan, rawat inap, dan sebagainya," ujarnya.

Langkah Pencegahan untuk Peserta Berisiko

Selain mekanisme penanganan, Korps Marinir juga menerapkan langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kesehatan selama pelatihan. Peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu tidak diikutsertakan dalam kegiatan fisik yang berat.

"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Agus.

Data kondisi kesehatan peserta diperoleh dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum mengikuti latsarmil. Peserta dengan riwayat penyakit tertentu kemudian diarahkan untuk lebih banyak mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas sesuai kondisi kesehatannya.

Pelatihan Berjalan Aman dan Kondusif

Agus menegaskan bahwa hingga saat ini seluruh rangkaian latsarmil masih berjalan aman dan kondusif. Ia berharap proses pendidikan dapat berlangsung dengan baik sehingga para peserta memperoleh pengetahuan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan yang dapat diterapkan saat mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti latsarmil selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta terbagi dalam empat kompi, dengan masing-masing kompi terdiri atas enam peleton. Selama pendidikan, mereka menjalani berbagai materi latihan dasar kemiliteran yang bertujuan menumbuhkan disiplin, semangat pengabdian, dan jiwa nasionalisme.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga