Pria di Bogor Tewas Loncat dari Jembatan, Sempat Tulis Rencana Bunuh Diri di Medsos
Pria di Bogor Tewas Loncat dari Jembatan, Sempat Tulis di Medsos

Jakarta - Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental terdekat.

Pria berinisial GR (23) tewas usai loncat dari jembatan dan jatuh di trotoar Sungai Cipakancilan Kampung Keramat, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor. GR diduga tewas karena bunuh diri dan sempat menulis rencana aksinya itu di akun media sosialnya.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengatakan, pihaknya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bunuh diri dengan cara meloncat dari jembatan dan jatuh ke trotoar jalan samping Sungai Cipakancilan. Korban berinisial GR (23). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Waluyo menyebutkan, warga sempat melihat korban ketika lompat dari jembatan. Korban juga terlihat masih dalam kondisi hidup ketika dievakuasi petugas ke rumah sakit. Korban mengalami luka berat di kepala akibat lompat dari jembatan.

Evakuasi dan Keterangan Saksi

"Warga yang melihat korban loncat langsung memanggil warga lainnya. Lalu warga datang dan melihat korban masih hidup, kemudian langsung membawa ke RS PMI dan dinyatakan meninggal di RS PMI sekira jam 13.23 WIB," kata Waluyo.

Hasil olah penyelidikan, kata Waluyo, korban diduga bunuh diri dengan melompat dari jembatan. Dugaan tersebut dikuatkan keterangan pihak keluarga, yang menyebut korban sempat menulis di media sosialnya akan melakukan aksi nekat tersebut.

Unggahan Media Sosial

"Menurut keluarga korban bahwa ternyata korban sebelum bunuh diri sudah membuat Instagram story dan menyatakan akan bunuh diri," kata Waluyo.

"Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka Sinar Kasih," imbuhnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan mental. Jika Anda atau orang terdekat mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan profesional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga