Polri Perkuat Paradigma Akademis dengan Luncurkan 7 Pusat Studi Kepolisian Baru
Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara resmi meluncurkan tujuh pusat studi baru di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian/Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK/PTIK) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat). Dengan penambahan ini, total pusat studi kepolisian yang berada di bawah naungan STIK/PTIK kini mencapai 16 unit.
Peluncuran ketujuh pusat studi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di kompleks STIK/PTIK Lemdiklat Polri, Jalan Tirtayasa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/3/2026). Acara penting ini juga dihadiri oleh Advisor to The Chief Of Indonesia National Police, Senior Police Commissioner Nakanishi Akira, serta perwakilan dari Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia.
Pergeseran Paradigma: Dari Taktis ke Akademis
Dalam sambutannya, Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri tidak lagi hanya mengandalkan tindakan taktis dan teknis di lapangan. Institusi kepolisian kini secara sadar bergerak menuju penguatan intelektual melalui paradigma berbasis bukti atau Evidence Based Policy.
"Diharapkan dengan peresmian 16 Pusat Studi Kepolisian ini dengan bidang keilmuan masing-masing, pusat studi kepolisian ini menjadi wadah riset dan diskusi akademik terkait pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia," tegas Dedi melalui keterangan resminya.
Pendekatan baru ini menempatkan dunia akademis sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan negara melalui kolaborasi pentahelix. Setiap kebijakan dan tindakan kepolisian kedepannya akan didasarkan pada bukti-bukti ilmiah serta riset yang mendalam dan komprehensif.
Ekspansi Intelektual Hingga ke Daerah
Ekspansi intelektual Polri tidak hanya berpusat di Jakarta, melainkan telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia melalui kerja sama dengan universitas. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 8 dari 77 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) yang sudah meresmikan Pusat Studi Kepolisian.
Universitas-universitas tersebut antara lain:
- Universitas Syiah Kuala
- Universitas Negeri Sebelas Maret
- Universitas Pattimura
- Universitas Muhammadiyah Karanganyar
- Universitas Islam Sultan Agung
- Universitas Negeri Semarang
- Universitas Bangka Belitung
- Universitas Jenderal Soedirman
Keberadaan pusat-pusat studi di daerah ini diharapkan mampu membedah tantangan keamanan spesifik di tiap wilayah dengan pisau analisis akademis yang tajam dan kontekstual.
"Selain itu, masih terdapat 69 PTN/PTS yang tengah memasuki tahap penandatanganan kerja sama (PKS) yang membentang dari Aceh hingga Papua," tambah Dedi Prasetyo.
Tujuh Pusat Studi Baru yang Diluncurkan
Berikut adalah ketujuh Pusat Studi Kepolisian yang diluncurkan pada hari ini:
- Pusat Studi Teknologi Kepolisian dipimpin oleh Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan.
- Pusat Studi Forensik Kepolisian dipimpin oleh Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana.
- Pusat Studi International Policing dipimpin oleh Komjen (Purn) Petrus R. Golose.
- Pusat Studi Keamanan Nasional dipimpin oleh Profesor Muradi.
- Pusat Studi Perlindungan Perempuan dan Anak dipimpin oleh Brigjen Nurul Azizah.
- Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik dipimpin oleh Andrea H. Poeloengan.
- Pusat Studi Intelijen Keamanan dipimpin oleh Irjen Achmad Kartiko.
Dengan diresmikannya pusat-pusat studi ini, Polri berharap budaya ilmiah dapat mendarah daging di tubuh institusi. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil telah melalui uji publik dan kajian akademis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan profesional.



