Penipuan Tiket Konser BTS Marak, Penggemar Rugi Jutaan Rupiah
Penipuan Tiket Konser BTS Marak, Penggemar Rugi Jutaan

Penipuan tiket konser BTS di Indonesia semakin marak, dengan sejumlah penggemar mengaku menjadi korban dan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Konser boy band asal Korea Selatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 26 hingga 29 Desember 2026 sebagai bagian dari tur dunia bertajuk "ARIRANG". Tiket telah dijual sejak awal Juni lalu, dan antusiasme penggemar sangat tinggi.

Modus Penipuan yang Semakin Meyakinkan

Salah satu korban, Nuansa Bening Difa Senja, yang akrab disapa Difa, mengaku tertipu saat mencoba membeli tiket VIP melalui media sosial Threads. Ia menemukan akun yang menawarkan tiket VIP seharga 6 hingga 8 juta rupiah dan mengklaim tiket bisa dilunasi di Gelora Bung Karno. Setelah diyakinkan dengan foto KTP dan surat kuasa, Difa mentransfer uang muka sebesar Rp2 juta melalui GoPay, namun penjual kemudian menghapus riwayat chat dan menghilang. "Habis itu baru sadar, 'Ah, saya kena scam', jadi hari itu saya enggak bisa tidur, sedih sekali," ujar Difa kepada ABC Indonesia.

Lidya Agustini, kurator BTS ARMY Indonesia Amino (BAIA), mengakui bahwa penipuan tiket BTS kali ini cukup marak. "Hal ini terlihat dari banyaknya laporan di beberapa platform media sosial, komunitas ARMY, hingga grup jual beli tiket yang membahas dugaan penipuan, akun-akun terduga penipu, maupun transaksi yang tidak berjalan sesuai kesepakatan," katanya kepada ABC Indonesia. Ia menambahkan bahwa setelah penjualan tiket resmi berakhir, aktivitas jual beli tiket di pasar sekunder meningkat sangat pesat, meningkatkan risiko penipuan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Tertipu Dua Kali

Amalia Novita, penggemar BTS sejak 2019, juga menjadi korban penipuan hingga dua kali. Ia awalnya berhasil mendapatkan tiket di Kuala Lumpur dan Singapura, tetapi bukan tiket VIP. Keinginan untuk mendapatkan tiket VIP membuatnya mencari di Threads dan menemukan dua oknum penipu. Pada penipuan pertama, ia kehilangan Rp250 ribu setelah mentransfer uang muka. Pada penipuan kedua, ia kembali mentransfer Rp300 ribu setelah penjual meminta ongkos bensin dan tol dengan janji COD, namun penjual tidak pernah muncul. "Setelah itu semua chat dan telepon saya tidak pernah dibalas," ujar Amalia.

Lidya menjelaskan bahwa modus penipuan semakin beragam dan meyakinkan. Beberapa penipu bahkan membangun kesan sebagai penggemar biasa agar lebih mudah mendapatkan kepercayaan korban. "BTS memiliki basis penggemar global yang sangat besar, sehingga jumlah orang yang ingin membeli tiket sering kali jauh melebihi jumlah tiket yang tersedia. Di sisi lain, keinginan untuk tetap hadir di konser membuat sebagian orang mulai mencari alternatif melalui media sosial, grup komunitas, atau transaksi antar individu. Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab," katanya.

Imbauan untuk Tidak Terburu-buru

Lidya mengimbau penggemar untuk waspada, terutama ketika emosi mulai lebih dominan daripada pertimbangan. "Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum yang menawarkan tiket dengan berbagai alasan yang terdengar meyakinkan. ARMY perlu berhati-hati terhadap setiap penawaran yang ditawarkan, harga yang tidak masuk akal, penjual yang mendesak untuk segera transfer, atau pihak yang tidak bersedia melakukan verifikasi lebih lanjut mengenai kepemilikan tiketnya," ujarnya. Ia menekankan bahwa jalur pembelian tiket yang paling aman adalah melalui platform atau mekanisme resmi yang diakui promotor konser.

Amalia juga mengingatkan penggemar untuk tidak mengirim uang muka atau pembayaran penuh tanpa bertemu langsung dengan penjual atau melihat langsung tiketnya. Ia menyarankan untuk melakukan pengecekan informasi tiket dengan penjual, memverifikasi keaslian tiket ke layanan pelanggan situs tiket, serta membuat surat perjanjian dengan penjual. Kasus penipuan serupa juga dilaporkan terjadi di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga