Jakarta - Pengakuan seorang perempuan mengenai keponakannya yang diduga menjadi korban sodomi di Desa Parung Panjang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi viral di media sosial. Polda Banten segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan.
Kronologi Kejadian
Dalam video yang beredar, seorang perempuan memperlihatkan foto seorang anak laki-laki melalui ponselnya. Ia mengaku bahwa keponakannya tersebut adalah korban tindakan sodomi yang dilakukan oleh sesama laki-laki secara berulang kali. Ia juga menyebutkan adanya video yang merekam perbuatan asusila tersebut.
"Saya tidak tahu terjadi berapa kali, tetapi yang pasti pernah ada videonya, diperlakukan sama dua orang," ujar perempuan tersebut pada Rabu, 29 April 2026. Ia mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kelurahan. Para terduga pelaku bahkan sudah dipanggil, namun diduga kembali melakukan aksinya terhadap korban.
Perempuan itu menambahkan bahwa sodomi dilakukan di beberapa lokasi, seperti sawah dan kebun.
Respons Polda Banten
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea, menyatakan bahwa pihaknya akan mengecek kebenaran informasi yang viral tersebut. "Kita akan cek," ujarnya singkat.
Polda Banten berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak ini. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.



