Polisi Dalami Rekaman CCTV untuk Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Polisi Telusuri CCTV Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Polisi Intensifkan Penyidikan Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperdalam penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Berbagai upaya forensik digital dan pemeriksaan saksi telah dijalankan untuk mengungkap identitas pelaku kejahatan yang terjadi baru-baru ini.

Rekaman CCTV Menjadi Bukti Digital Kunci

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Jhonny Edison Isir, mengonfirmasi bahwa rekaman dari kamera pengawas atau CCTV menjadi salah satu bukti digital utama yang sedang dianalisis secara mendalam oleh tim penyidik. "Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk rekaman CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut untuk mendapatkan petunjuk yang jelas," jelas Jhonny dalam keterangan persnya pada Jumat, 13 Maret 2026.

Analisis rekaman visual tersebut diharapkan dapat merekonstruksi kronologi kejadian dan mengidentifikasi pelaku yang melakukan aksi penyiraman zat kimia berbahaya terhadap korban. Proses ini melibatkan ahli teknologi informasi dan penyidik khusus yang berpengalaman dalam menangani bukti elektronik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dua Saksi Telah Diperiksa, Jumlah Bisa Bertambah

Selain menyisir bukti digital, kepolisian juga telah memulai proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, dua orang saksi telah berhasil dimintai keterangan resmi oleh penyidik.

"Kedua saksi tersebut merupakan orang yang bersama korban pada saat kejadian dan turut membantu korban setelah insiden penyiraman terjadi," ungkap Jhonny. Dia menegaskan bahwa proses penyidikan masih berada pada tahap awal dan kemungkinan besar jumlah saksi yang diperiksa akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Pemeriksaan saksi dilakukan secara hati-hati untuk mendapatkan informasi akurat mengenai deskripsi pelaku, kendaraan yang digunakan, serta modus operandi yang diterapkan dalam aksi kriminal tersebut.

Korban Alami Luka Bakar di Beberapa Bagian Tubuh

Akibat aksi penyiraman air keras, Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuhnya, terutama di area dada, wajah, dan tangan. Kondisi korban saat ini masih dalam pemantauan medis untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Jhonny menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara serius dengan dukungan penuh dari Polda Metro Jaya dan Markas Besar Polri. "Polri berkomitmen penuh untuk mengungkap perkara ini sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Kapolri. Kami yakin dan percaya bahwa kasus ini akan terungkap dengan segera," tegasnya.

Koordinasi antar satuan terus ditingkatkan untuk mempercepat proses identifikasi pelaku dan motif di balik serangan terhadap aktivis hak asasi manusia tersebut. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi jika memiliki pengetahuan terkait kasus ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga