Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Dilanjutkan dengan KRYD hingga 29 Maret
Atas izin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho secara resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Penutupan ini dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu malam, 25 Maret 2026. Meskipun operasi kemanusiaan ini telah berakhir, pengamanan di jalur mudik tetap disiagakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga akhir pekan ini, tepatnya 29 Maret 2026.
Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif
Irjen Agus mengungkapkan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Lebaran 2026 terjaga aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Kelancaran arus lalu lintas tahun ini dinilai sukses berkat sinergi dan kolaborasi erat dengan seluruh stakeholder serta penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat, terukur, dan berbasis data.
"Operasi Ketupat 2026 telah dilaksanakan selama 13 hari, mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret. Namun sesuai arahan Bapak Kapolri, pengamanan tidak berhenti, Polri akan melanjutkan dengan KRYD sampai dengan 29 Maret 2026," ujar Irjen Agus kepada wartawan.
Inovasi dan Strategi Lalu Lintas
Keberhasilan pengamanan tahun ini tidak terlepas dari manajemen arus yang sangat dinamis. Polri sukses menerapkan skema One Way Nasional Presisi dari KM 70 hingga KM 414 pada saat arus mudik. Sementara pada arus balik, skema serupa diterapkan dari KM 414 hingga KM 70 untuk menjamin kelancaran menuju Jakarta.
Salah satu inovasi kunci yang menonjol adalah penerapan One Way Lokal Presisi atau yang dikenal sebagai 'One Way Sepenggal'. Strategi ini dilakukan secara bertahap, seperti pada ruas KM 70 hingga KM 263, guna mengurai bangkitan arus kendaraan secara spesifik di titik-titik kepadatan tanpa menutup akses jalur secara permanen.
"Penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat, terukur, dan situasional terbukti efektif dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat. Semua dilakukan berbasis data real-time terintegrasi melalui Command Center Korlantas," ungkapnya.
Apresiasi dan Pelayanan Humanis
Irjen Agus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel di lapangan serta sinergi antar-stakeholder yang berjalan solid dan responsif. Kehadiran petugas tidak hanya untuk mengatur jalan, tetapi juga memberikan pelayanan yang humanis sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan humanis, didukung sinergitas antar stakeholder serta pemanfaatan teknologi yang semakin modern. Semua ini demi mewujudkan semangat Mudik Aman, Keluarga Bahagia," tegas Kakorlantas.
Pencapaian Positif dan Kewaspadaan
Irjen Agus juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 mencatat pencapaian positif dengan penurunan jumlah fatalitas korban meninggal dunia sebesar 30,41 persen dibandingkan tahun 2025. Meski demikian, Polri tetap waspada karena masih ada sisa arus balik yang cukup besar.
"Masih ada sisa arus balik sebesar 42,29 persen yang akan terus kita kawal melalui KRYD hingga 29 Maret nanti," ujar Kaopspus Operasi Ketupat 2026 ini.
"Tugas itu adalah kehormatan, kita tidak boleh lelah dan kita tidak boleh capek melayani masyarakat memastikan mereka kembali ke rumah dengan selamat, dengan aman," pungkas Irjen Agus.



