Polisi Tangkap Lima Pelaku Pembegalan Petugas Damkar di Jakarta Pusat
Polisi berhasil menangkap lima orang pelaku pembegalan yang menyasar seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) di wilayah Gambir, Jakarta Pusat. Korban, Bimo Margo Hutomo (30), menjadi sasaran aksi kriminal ini pada Kamis (2/4) lalu.
Penangkapan Dilakukan di Apartemen Penjaringan
Kelima pelaku ditangkap oleh anggota gabungan dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat bersama Unit Reskrim Polsek Metro Gambir. Penangkapan berlangsung di sebuah apartemen di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin (13/4) malam. Saat ini, para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kasus ini.
"Iya benar, lima pelaku begal damkar telah ditangkap. Masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, pada Selasa (14/4/2026).
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti selama operasi penangkapan tersebut. Identitas kelima pelaku serta peran masing-masing dalam kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam. "Data lengkap akan dirilis nanti," tambah AKBP Roby Heri Saputra.
Korban Mengalami Luka Serius Akibat Dikeroyok
Insiden pembegalan terjadi di Jalan KH Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat. Korban, yang baru pulang dari rumah temannya, dipepet oleh beberapa pelaku, lalu dipukuli hingga dikepruk dengan batu. Akibatnya, sepeda motor dan handphone korban dirampas.
"Korban mengalami luka di kepala, lecet di muka, dan pergelangan tangan," jelas Plt Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, Iptu Heri Moko, pada Selasa (7/4).
Polisi telah melakukan visum terhadap korban di Rumah Sakit Tarakan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut kasus ini. "Dari keterangan pihak rumah sakit, ada kemungkinan korban perlu dirawat karena luka yang diderita. Korban segera diberikan pengobatan dan perawatan," ungkap Iptu Heri.
Aksi Pembegalan Viral di Media Sosial
Kejadian ini menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dari video yang beredar, terlihat korban dipepet oleh beberapa pelaku hingga dipukuli secara brutal. "Pelaku menendang korban hingga terjatuh, lalu korban ditendang serta dipukul dengan batu di TKP. Kemudian, sepeda motor dan handphone korban dibawa kabur," papar Iptu Heri.
Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan bagi petugas layanan publik dan mendorong upaya penegakan hukum yang lebih ketat. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan semua aspek kasus terungkap dan pelaku mendapatkan sanksi yang sesuai.



