Polisi Pastikan Isu Pocong Bawa Parang di Ciputat Hanya Hoaks
Polisi Pastikan Isu Pocong Bawa Parang di Ciputat Hoaks

Polisi memastikan bahwa isu mengenai pocong yang membawa senjata tajam di kawasan Komplek Pertamina, Ciputat Timur, adalah hoaks atau kabar bohong. Penampakan yang viral di media sosial tersebut ternyata hanyalah aksi pengamen yang menggunakan kostum pocong, bukan aksi begal seperti yang dikhawatirkan warga.

Penyelidikan Polisi Ungkap Fakta

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, langsung melakukan penyelidikan setelah unggahan mengenai pocong bersenjata tajam ramai beredar. Polisi meminta keterangan dari sejumlah pedagang di sekitar Komplek Pertamina. Hasilnya, para pedagang membenarkan adanya pengamen yang memakai kostum pocong di lokasi tersebut.

Salah seorang pedagang bernama Sandi mengaku pernah melihat pengamen berpakaian pocong melintas di sepanjang kawasan Pertamina. Bahkan, terdapat hingga empat orang pengamen yang beraksi di sepanjang jalan tersebut. Polisi juga telah melakukan penyisiran lapangan, namun tidak menemukan bukti adanya pocong yang membawa senjata tajam seperti isu yang beredar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengamen Berkostum Pocong Resahkan Warga

Menurut Kapolsek, kemunculan pengamen berkostum pocong biasanya terjadi pada malam hari saat warga beristirahat. Hal ini membuat sebagian warga merasa ketakutan. “Jadi pocong (pengamen) itu melintas di waktu orang istirahat. Intinya kehadiran mereka membuat resah warga karena ketakutan akan cosplay pocong yang ada di jam-jam orang istirahat malam hari,” ujar Bambang.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari warga mengenai pocong yang membawa senjata tajam. Bambang menegaskan bahwa isu tersebut hanyalah kabar yang dilemparkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dan kemudian dibumbui oleh masyarakat sehingga menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Imbauan Polisi agar Warga Tidak Mudah Percaya Hoaks

Polisi mengimbau warga untuk tidak mudah percaya dengan kabar liar yang beredar di media sosial. “Wilayah kami aman, tidak ada yang bawa sajam. Silakan masyarakat melapor ke kami bila menemui hal yang isunya ada pocong, pocongnya bawa sajam, dan lain-lain. Silakan sampaikan, asalkan semua berdasarkan bukti, bukan hanya katanya tapi harus sesuai fakta dan datanya,” ucap Bambang.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama di media sosial. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi berita yang belum jelas kebenarannya dan selalu mengonfirmasi kepada pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga