Banjir Kebon Pala Jakarta Timur Rendam Permukiman, Polisi Evakuasi Warga Rentan
Banjir kembali melanda kawasan Kebon Pala di Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat, 20 Februari 2026. Kejadian ini memicu operasi penyelamatan oleh pihak kepolisian yang fokus pada evakuasi warga rentan, termasuk balita dan penderita sakit stroke, ke tempat yang lebih aman.
Operasi Evakuasi Dilakukan dengan Perahu
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya, Kombes Mustofa, mengonfirmasi bahwa Tim SAR Ditpolairud telah dikerahkan untuk membantu warga. Proses evakuasi dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan melibatkan sepuluh personel yang dilengkapi dua perahu karet, satu skiff boat, dua ring buoy, jaket pelampung, dan tiga unit mesin tempel.
Mustofa menjelaskan, "Anggota Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya sedang membantu warga untuk evakuasi balita dan warga sakit stroke." Tim tersebut tiba di lokasi setelah hujan deras yang turun dalam waktu lama, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai 80 hingga 100 sentimeter pada pagi hari.
Ketinggian Air Sempat Mencapai Satu Meter
Berdasarkan laporan dari Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, banjir di Kebon Pala semakin parah dengan ketinggian air yang sempat mencapai satu meter pada pukul 09.00 WIB. Air mulai naik sejak pukul 02.00 WIB dari sebelumnya sekitar 50 sentimeter, kemudian terus bertambah hingga merendam rumah-rumah warga.
Sanusi menyatakan, "Air mulai naik jam dua pagi tadi, dari sebelumnya sekitar 50 sentimeter, sekarang naik terus sudah satu meter." Banjir setinggi ini tidak hanya merendam perabotan rumah tangga dan kendaraan, tetapi juga memutus akses jalan lingkungan, memaksa warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Prioritas Evakuasi untuk Kelompok Rentan
Petugas kepolisian mengutamakan evakuasi untuk kelompok rentan, termasuk:
- Anak-anak, terutama balita
- Lansia yang kesulitan bergerak
- Warga dengan kondisi sakit, seperti stroke
- Kaum wanita yang membutuhkan bantuan khusus
Selain itu, petugas juga membantu evakuasi barang berharga dan kendaraan milik warga ke tempat yang lebih aman untuk mencegah kerugian material yang lebih besar.
Penyebab Banjir: Curah Hujan dan Kiriman Air
Kombes Mustofa mengungkapkan bahwa banjir ini disebabkan oleh kombinasi faktor. Curah hujan di DKI Jakarta dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi pada Kamis malam, 19 Februari 2026, ditambah dengan kiriman air dari Katulampa, Bogor, Jawa Barat. Kondisi ini memperparah genangan air di kawasan permukiman yang rawan banjir seperti Kebon Pala.
Operasi evakuasi terus berlanjut untuk memastikan keselamatan semua warga terdampak, sementara pihak berwenang memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air secara berkala.



