Jakarta - Polda Metro Jaya akhirnya angkat bicara mengenai kabar bahwa kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta Pusat tidak berfungsi. Informasi ini sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Koordinasi dengan Pemprov DKI
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait masalah CCTV yang mati tersebut. "Nah, kami juga akan komunikasikan dengan Diskominfo Provinsi DKI terkait tentang CCTV. Makanya kami komunikasikan, karena kebetulan saya bukan operatornya," ujar Budi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Gangguan Sinyal Akibat Kepadatan Massa
Budi juga menanggapi keluhan mengenai sulitnya sinyal telekomunikasi di lokasi demo. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kepadatan massa yang sangat tinggi. "Jadi jamming yang dinyatakan tidak ada. Karena memang karena kepadatan anggota termasuk seluruh masyarakat aktivitas beberapa memang sinyal kita pun rata-rata sudah susah," jelasnya.
Hingga pukul 18.25 WIB, massa yang didominasi mahasiswa masih bertahan di Jalan MH Thamrin. Awalnya mereka berniat menggelar aksi di Bundaran HI, namun dihalau oleh aparat gabungan.
Tidak Ada Surat Pemberitahuan
Budi menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) terkait aksi demo di Bundaran Hotel Indonesia. "Sampai dengan pukul 17.34 hari ini, kami sudah melakukan pengecekan di Polres Depok, jajaran Direktorat Intelijen Intelkam Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Pusat, belum ada surat yang dikirim dari BEM UI dalam pemberitahuan penyampaian aspirasi di hari ini ya. Kami tekankan belum ada atau sampai dengan detik ini tidak ada surat pemberitahuan," katanya.
Budi menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, surat pemberitahuan aksi demo harus disampaikan minimal 3x24 jam sebelum kegiatan. Dalam rentang waktu tersebut, polisi akan berkoordinasi dengan koordinator lapangan untuk mempersiapkan pengamanan.



