Polisi berhasil menggagalkan aksi tawuran yang melibatkan puluhan pelajar di Kota Bogor. Sebanyak 20 orang pelajar diamankan di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), tepatnya di dekat underpass, pada Jumat (12/6/2026). Dari lokasi kejadian, aparat menyita dua buah celurit yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.
Kronologi Penangkapan
Anggota Satgas Pelajar Kota Bogor, Martin, mengungkapkan bahwa penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang sekelompok pelajar yang berkumpul dan mencurigakan. "Kita amankan di Jalan Sholeh Iskandar dekat underpass. Jumlah pelajar yang diamankan ada sekitar 20 orang. Barang buktinya ada dua celurit," kata Martin.
Para pelajar yang diamankan diketahui berasal dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bogor. Mereka diduga sedang menunggu lawan tawuran dan sempat menghentikan pelajar lain yang melintas di Jalan Sholis sekitar pukul 13.00 WIB. "Jadi pada awalnya dapat aduan masyarakat terkait adanya sekelompok pelajar yang sedang nongkrong, cuma yang negatifnya mereka itu setop-setopin pelajar yang lewat," jelas Martin.
Meskipun aksi tawuran belum sempat terjadi, polisi melakukan tindakan pencegahan. "Jadi ini memang belum terjadi tawuran, tapi kita pencegahan dan mereka memang disinyalir akan melakukan tawuran," imbuhnya.
Proses Hukum dan Pembinaan
Puluhan pelajar kini diamankan di Polresta Bogor Kota untuk menjalani pemeriksaan dan pembinaan. Barang bukti berupa dua celurit telah diserahkan kepada pihak kepolisian. "Saat ini kami sudah koordinasi dengan pihak sekolah masing-masing, kemudian untuk para pelajar diamankan di Polresta Bogor Kota," kata Martin.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan lebih lanjut agar kejadian serupa tidak terulang. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menekan angka kenakalan remaja di wilayah Bogor.
Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di wilayah Jakarta Barat, di mana lima pelajar melempar pria dari lantai 2 dan hingga kini masih dalam pengejaran polisi. Motif pelaku adalah balas dendam karena temannya dipiting.



