Suasana haru menyelimuti keluarga Margono dan istrinya Reni saat kembali menginjakkan kaki di rumah mereka di kawasan Jatingaleh, Kota Semarang, Jawa Tengah. Setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran, kini mereka bisa kembali berkat program bedah rumah yang difasilitasi Polda Jateng dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Peresmian Rumah Renovasi
Berdasarkan keterangan yang diterima pada Jumat (12/6/2026), peresmian rumah hasil renovasi dipimpin oleh Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto. Secara simbolis, dia menyerahkan kunci rumah kepada Margono dan keluarganya. Acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Candisari, Kapolsek Candisari, Danramil Candisari, tokoh agama, warga sekitar, serta puluhan anggota komunitas ojek online yang sejak awal memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Kronologi Kebakaran
Rumah milik Margono, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online, dan istrinya yang berprofesi sebagai penjual es, ludes terbakar akibat musibah pada Kamis dini hari, 7 Mei 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa diduga dipicu korsleting listrik. Keluarga terpaksa meninggalkan kediaman dan tinggal sementara di rumah saudara. Melihat kondisi tersebut, komunitas ojek online berinisiatif menggalang kepedulian yang kemudian difasilitasi oleh Ditreskrimsus Polda Jateng bersama pemerintah daerah, warga sekitar, dan berbagai pihak lainnya hingga terlaksana program bedah rumah. Dalam waktu kurang lebih dua minggu, rumah tersebut berhasil direnovasi menjadi hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak huni.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Kombes Pol Djoko Julianto mengungkapkan rasa syukur atas selesainya renovasi yang menjadi buah dari semangat gotong royong berbagai elemen masyarakat. "Alhamdulillah hari ini kita telah melaksanakan bedah rumah terhadap kediaman saudara kita Mas Margono yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu lalu. Atas inisiatif rekan-rekan komunitas ojek online, kami dari Polda Jateng memfasilitasi pelaksanaan renovasi bersama pemerintah daerah, warga sekitar, dan pihak-pihak lain yang tergerak untuk membantu. Semoga rumah ini membawa berkah dan manfaat bagi keluarga penerima," ujar Djoko.
Kini, rumah seluas sekitar 80 meter persegi tersebut tampil dengan wajah baru. Selain memiliki tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dan satu ruang keluarga, seluruh lantainya telah dipasang keramik, memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi penghuninya. Didampingi sang istri, Margono mengaku sangat bersyukur. "Alhamdulillah kami merasa senang dan terharu. Sejak musibah kebakaran kami terpaksa tinggal di rumah saudara. Sekarang rumah kami sudah direnovasi, mulai dari tampilan depan, kamar, lantai, atap, plafon hingga kusennya semuanya menjadi lebih bagus. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jawa Tengah, khususnya Bapak Dirreskrimsus, yang telah memfasilitasi program bedah rumah ini," ungkap Margono.
Camat Candisari Cipto Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Polda Jateng. "Atas nama Pemerintah Kecamatan Candisari dan Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jateng yang telah memfasilitasi bedah rumah bagi warga kami. Berkat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, rumah ini kini dapat kembali ditempati oleh pemiliknya bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80," tuturnya.
Semangat Hari Bhayangkara
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan bahwa bakti sosial seperti bedah rumah merupakan wujud nyata semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan sosial ini semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui aksi-aksi kemanusiaan. "Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Program bedah rumah ini mencerminkan semangat gotong royong, empati, dan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas, serta warga dalam membantu sesama yang sedang mengalami musibah," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah terjadinya musibah serupa.



