Polairud Turun Tangan Bersihkan Lumpur Pasca Banjir di Kampung Melayu
Banjir yang sempat melanda permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) lalu, kini telah surut. Namun, dampaknya masih terasa dengan sisa lumpur yang menempel di rumah-rumah penduduk. Untuk membantu pemulihan, personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya terjun langsung ke lokasi guna melakukan aksi bersih-bersih.
Aksi Nyata Satgas ASRI Bang Jasri dalam Operasi Ketupat 2026
Kegiatan pembersihan ini merupakan bagian dari aksi Satgas ASRI Bang Jasri (Bhayangkara Jakarta ASRI) yang dilaksanakan dalam rangka Operasi Ketupat 2026. Aksi tersebut berlangsung pada hari Minggu (22/3/2026), dipimpin langsung oleh Koordinator Siaga SAR, AKP Hamdannallah, dengan didampingi Wakil Koordinator, IPDA Gede Mahardika. Sebanyak 24 personel dari Pleton I Siaga Bencana dikerahkan untuk membantu warga.
Dengan peralatan seadanya, petugas Polairud bahu-membahu bersama masyarakat setempat mengangkat lumpur dan membersihkan lingkungan. Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Mustofa, menegaskan bahwa kehadiran mereka ini adalah wujud nyata komitmen Polri di tengah masyarakat, terutama saat warga membutuhkan bantuan pascabencana.
"Kami hadir tidak hanya untuk melakukan patroli dan pengamanan, tetapi juga membantu masyarakat memulihkan lingkungan tempat tinggalnya. Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri kepada masyarakat yang terdampak bencana," ujar Kombes Mustofa.
Dampak Banjir dan Upaya Pemulihan
Banjir terjadi pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 17.00 hingga 22.00 WIB, menggenangi empat Rukun Tetangga (RT), yaitu:
- RT 11 dan RT 12 di RW 04
- RT 13 dan RT 14 di RW 05
di Kelurahan Kampung Melayu. Selain fokus pada pembersihan, personel Ditpolairud juga tetap siaga di lokasi untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan kondusif, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan pascabanjir.
Kehadiran Polri ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan melalui Gerakan Indonesia Asri. Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera melaporkan jika membutuhkan bantuan melalui layanan darurat 110, yang tersedia 24 jam.
Di tengah keterbatasan pascabanjir, semangat gotong royong antara warga dan aparat menjadi harapan besar untuk mempercepat pemulihan kondisi di Kampung Melayu. Aksi kolaboratif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan memulihkan normalitas secepat mungkin.



