Pemuda Gangguan Jiwa di Bogor Bacok Bibinya Usai Salat Subuh
Pemuda Gangguan Jiwa Bacok Bibinya di Bogor

Pemuda dengan Gangguan Jiwa Bacok Bibinya di Bogor Usai Salat Subuh

Sebuah insiden penganiayaan yang mengerikan terjadi di Perumahan Dramaga Hijau, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada pagi hari Rabu, 15 April 2026. Pelaku, seorang pemuda berinisial MRA (23 tahun), diduga menderita gangguan kejiwaan, menyerang bibinya sendiri usai aktivitas ibadah subuh.

Kronologi Kejadian yang Menggemparkan

Menurut keterangan Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu, kejadian bermula sekitar pukul 05.00 WIB, ketika korban berinisial NH (58 tahun) baru saja pulang dari salat subuh berjamaah di masjid setempat. NH, yang merupakan bibi dari pelaku, melihat MRA sedang marah-marah dan diduga mengalami kekambuhan kondisi kejiwaannya.

Dengan niat menenangkan, korban mendekati keponakannya tersebut. Namun, upaya baik hati itu justru berbalik menjadi tragedi. Alih-alih tenang, MRA malah berlari dan mengambil sebuah golok yang tersimpan di atas lemari. Dalam keadaan emosi yang tidak terkendali, pelaku kemudian menyerang NH dengan senjata tajam itu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serangan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh, termasuk pundak, telinga sebelah kiri, serta jari tangan kirinya. Kejadian ini langsung menarik perhatian warga sekitar yang menyaksikan insiden tersebut.

Respons Cepat Warga dan Penanganan Medis

Warga yang hadir di lokasi segera bertindak untuk mengamankan pelaku MRA dan mencegah kekerasan lebih lanjut. Mereka berhasil menahan pemuda itu dan menyerahkannya kepada petugas kepolisian yang datang ke tempat kejadian.

Sementara itu, korban NH langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Dramaga untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Kondisinya dilaporkan stabil meski mengalami luka-luka serius akibat serangan tersebut.

Kapolsek Zalukhu juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga, pelaku MRA memang diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sedang dalam proses pengobatan. Oleh karena itu, setelah diamankan, MRA tidak langsung dibawa ke sel tahanan, melainkan dirujuk ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor untuk menjalani perawatan dan evaluasi kesehatan jiwa.

Insiden ini menyoroti pentingnya dukungan dan pengawasan terhadap individu dengan kondisi kejiwaan, serta kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan motif dan latar belakang kejadian ini secara menyeluruh.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga