Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta berhasil menangkap pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang pemilik hajatan di wilayah Purwakarta, Jawa Barat. Korban yang dikenal sebagai Dadang (58) meninggal dunia setelah mengalami pemukulan dalam insiden tersebut.
Pelaku Berusaha Melarikan Diri ke Cianjur
Pelaku yang ditangkap adalah Yogi Iskandar (37), warga Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Purwakarta. Menurut keterangan Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tim Resmob menerima informasi bahwa Yogi alias Boneng berencana melarikan diri ke arah Cianjur.
"Tim kemudian berpencar dan melakukan pengejaran ke wilayah Sagalaherang, Kabupaten Subang, dan berhasil menangkap pelaku di jalan alternatif Sagalaherang Subang," jelas Danujaya dalam rilis di Mapolres Purwakarta, seperti dilansir dari sumber berita.
Sebelum penangkapan, Yogi sempat bersembunyi di area hutan Desa Cisaat, Purwakarta, namun upayanya untuk menghindari kejaran polisi akhirnya gagal.
Bukti dan Keterangan Saksi Menguatkan Tindakan Pelaku
Berdasarkan pemeriksaan saksi dan barang bukti, diketahui bahwa Yogi memukul Dadang menggunakan bambu dan tangan kosong. Kapolres menegaskan bahwa penyelidikan mengungkap hanya Yogi yang secara langsung bertanggung jawab atas kematian korban.
"Untuk saat ini, berdasarkan keterangan saksi, keluarga, dan alat bukti yang kami temukan, hanya pelaku inisial Yogi yang berakibat langsung terhadap korban meninggal dunia," kata Danujaya. Ia menambahkan bahwa pelaku berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.
Meskipun ada sekitar 12 orang yang hadir dan diperiksa dalam insiden tersebut, hanya Yogi yang terlibat aktif dalam pemukulan. "Yang melakukan pemukulan terhadap korban, berdasarkan hasil alat bukti, hanya satu orang atas nama inisial Y ini," ungkapnya.
Proses Hukum dan Implikasi Kasus
Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk menindak tegas tindak kekerasan di masyarakat. Kasus pengeroyokan yang mengakibatkan kematian ini menyoroti pentingnya penegakan hukum dan pencegahan kejahatan di daerah Purwakarta.
Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan semua aspek kasus terungkap, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan setiap tindakan mencurigakan kepada pihak berwajib.



