Operasi Ketupat 2026: Polri Fokuskan Pengamanan pada Lima Klaster Utama
Operasi Ketupat 2026: Polri Fokus di 5 Klaster Pengamanan

Operasi Ketupat 2026: Polri Fokuskan Pengamanan pada Lima Klaster Utama

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Menurutnya, operasi ini merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu, 28 Februari 2026, Agus menyatakan, "Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan. Bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, tetapi negara hadir, Polri hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan rangkaian bulan suci Ramadan dan Idulfitri berjalan aman, tertib, dan lancar," ujarnya.

Tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia"

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan tagline "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" sebagai semangat seluruh jajaran Polri selama operasi berlangsung. Agus menjelaskan bahwa tagline ini mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga perjalanan pulang masyarakat. "Mudik adalah cerita keluarga. Tugas kami menjaganya. Mudik bukan hanya soal perjalanan tapi soal pulang dengan selamat," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lima Klaster Pengamanan Utama

Agus menguraikan bahwa pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026 difokuskan pada lima klaster utama, yaitu:

  • Jalan tol
  • Jalan nasional maupun kabupaten
  • Pelabuhan penyeberangan
  • Tempat ibadah
  • Tempat wisata

Selain itu, pengamanan juga diperluas ke jalur alternatif menuju lokasi wisata, bandara, terminal, dan stasiun. "Termasuk keramaian dari tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia kami identifikasi, kami amankan termasuk jalur-jalur yang menuju ke tempat tersebut, jalur alternatif. Demikian juga bandara, terminal, termasuk stasiun juga kami amankan," jelas Agus.

Tujuan dan Kolaborasi dalam Operasi

Operasi Ketupat bertujuan memastikan masyarakat selamat saat berangkat, aman saat berkumpul bersama keluarga, serta selamat saat kembali. "Bagi kami sangat sederhana, bahwa Operasi Ketupat selamat perginya dan selamat kembalinya. Oleh sebab itu, kami mohon dengan semangat anggota di lapangan, mari kita jaga setiap perjalanan masyarakat," paparnya.

Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan operasi ini. "Kita hadir lebih awal, pulang paling akhir. Bekerja sebelum terjadi kemacetan, bekerja sebelum terjadi situasi yang tidak kondusif, dan Polri hadir untuk bisa mengamankan dari sisi kriminalitas dan sisi kamseltibcarlantas," pungkasnya.

Dengan fokus pada lima klaster pengamanan ini, Polri berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan tradisi mudik selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga