Korlantas Polri Siapkan Empat Klaster Pengamanan Operasi Ketupat untuk Mudik Lebaran 2026
Korlantas Polri Siapkan 4 Klaster Pengamanan Operasi Ketupat 2026

Kesiapan Pengamanan Operasi Ketupat 2026 Dipaparkan dalam Rakor Angkutan Lebaran

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Wibowo menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang digelar di Ruang Mataram, Kementerian Perhubungan, pada Selasa (24/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Wibowo memastikan kesiapan penuh Korlantas Polri untuk melayani masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran mendatang.

Operasi Ketupat Sebagai Momentum Pelayanan Maksimal

Brigjen Wibowo menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin pengamanan lalu lintas, melainkan momentum strategis untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Operasi Ketupat ini bukan sekadar operasi penjagaan dan pengaturan saja bagi kami. Ini adalah momen bagi kita semua untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun keselamatan," ujarnya dengan penuh semangat.

Empat Klaster Pengamanan yang Terfokus dan Terukur

Untuk memastikan efektivitas pengamanan, Korlantas Polri telah membagi Operasi Ketupat 2026 menjadi empat klaster utama:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  1. Jalur arteri dan tol sebagai tulang punggung pergerakan mudik.
  2. Tempat ibadah dan kawasan wisata yang ramai dikunjungi selama liburan.
  3. Lokasi penyeberangan seperti pelabuhan dan dermaga.
  4. Titik pergerakan mudik meliputi terminal, bandara, dan stasiun.

"Kami menentukan ada empat klaster dalam kegiatan pengamanan Operasi Ketupat tahun ini, sehingga penanganan bisa lebih terfokus dan terukur," jelas Brigjen Wibowo. Pendekatan ini dirancang untuk mengoptimalkan sumber daya dan respons terhadap berbagai skenario lalu lintas.

Perhatian Khusus pada Titik Lelah di Jawa Barat

Brigjen Wibowo menyoroti Jawa Barat sebagai area kritis yang menjadi titik lelah bagi pemudik asal Sumatera. "Jawa Barat adalah salah satu lokasi yang menjadi titik lelah pemudik yang berasal dari wilayah Sumatera. Sehingga beberapa inventarisir masalah yang coba kami himpun untuk wilayah di Jawa Barat, kendala di jalur tol ini terutama pada saat-saat tertentu ada direst area, khususnya pada saat masyarakat akan buka puasa atau istirahat," paparnya. Kepadatan lalu lintas di rest area selama waktu berbuka puasa dan istirahat menjadi fokus perhatian khusus.

Rekayasa Lalu Lintas Situasional untuk Antisipasi Kemacetan

Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas di jalur arteri yang akan diterapkan secara situasional. Langkah-langkah ini mencakup:

  • Pengalihan arus untuk mendistribusikan volume kendaraan.
  • Contraflow guna memanfaatkan kapasitas jalan yang tersedia.
  • One way sepenggal di titik-titik dengan intensitas kendaraan tinggi namun kapasitas jalan terbatas.

"Kami tetap menggunakan rekayasa yang dimulai dari pengalihan arus, contraflow, sampai dengan one way sepenggal, khususnya di wilayah yang padat intensitas kendaraannya namun tidak didukung sarana jalan yang memadai," tegas Brigjen Wibowo. Strategi ini bertujuan untuk meminimalkan kemacetan dan meningkatkan kelancaran perjalanan.

Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga untuk Mudik Aman

Melalui kolaborasi yang erat dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, Korlantas Polri berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Upaya ini sejalan dengan tagline mudik 2026 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' yang dicanangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman mudik yang positif dan berkesan bagi jutaan pemudik di seluruh Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga