Kapolsek Cileungsi Nyamar Jadi Satpam, Gagalkan Peredaran Obat Ilegal di Bogor
Polisi berhasil menggagalkan peredaran obat keras ilegal di wilayah Cileungsi, Bogor, dan Bekasi, Jawa Barat, dengan taktik penyamaran yang cerdik. Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengambil peran sebagai satpam untuk mengelabui para pelaku, dalam operasi yang digelar pada Selasa (14/4/2026).
Operasi Penyamaran yang Membuahkan Hasil
Dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (15/4/2026), Kompol Edison mengungkapkan bahwa upaya pemberantasan obat-obatan terlarang oleh Polres Bogor kembali menunjukkan keberhasilan. Jajaran Polsek Cileungsi berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran obat berbahaya di wilayah Cileungsi dan sekitarnya hanya dalam satu hari. Operasi ini merupakan bagian dari komitmen polisi untuk menjaga keamanan masyarakat dari ancaman narkoba dan obat ilegal.
Penangkapan pertama dilakukan di kawasan Cikalagan, Kecamatan Cileungsi, di mana dua pengedar berhasil diamankan beserta barang bukti. Pengembangan operasi kemudian dilakukan ke wilayah Bekasi, meskipun salah satu pelaku berhasil melarikan diri saat hendak ditangkap. Namun, polisi tetap berhasil mengamankan sejumlah besar obat-obatan terlarang yang diduga akan diedarkan lebih luas.
Penggerebekan dan Penyitaan Barang Bukti
Selain itu, polisi juga menangkap dua pemuda lain di Bekasi yang kedapatan membawa obat-obatan serupa. Total, dalam operasi ini, polisi menyita 1.000 butir obat keras ilegal yang siap diedarkan. Barang bukti ini mencakup berbagai jenis obat berbahaya tanpa izin edar, yang dapat membahayakan kesehatan pengguna.
Semua pelaku dan barang bukti telah dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Bogor untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap jaringan peredaran obat ilegal yang lebih besar dan mencegah penyebarannya di masyarakat. Polisi mengimbau masyarakat untuk waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait obat-obatan terlarang.
Operasi ini menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam memerangi kejahatan narkoba, dengan menggunakan strategi kreatif seperti penyamaran untuk mendekati pelaku. Hasilnya, tidak hanya penangkapan, tetapi juga pengamanan obat-obatan yang berpotensi merusak generasi muda.



