Kapolri Tegaskan Suara Media Adalah Suara Publik yang Harus Didengar
Kapolri: Suara Media Adalah Suara Publik yang Harus Didengar

Kapolri Tegaskan Suara Media Adalah Suara Publik yang Harus Didengar

Dalam acara buka puasa bersama insan media, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pentingnya peran media massa sebagai mitra strategis institusi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Acara ini digelar di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, 25 Februari 2026.

Media Sebagai Representasi Suara Masyarakat

Jenderal Sigit menegaskan bahwa media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan representasi dari suara masyarakat yang harus didengar dan direspons oleh kepolisian. "Kami menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar. Kewajiban kami sebagai institusi Polri untuk melaksanakan amanah sebagaimana yang diserukan oleh suara-suara publik yang diwakili oleh rekan-rekan media," ujarnya.

Instruksi Tegas untuk Seluruh Jajaran Polri

Kapolri memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya untuk tidak mengabaikan pemberitaan media, sekecil apapun itu. Dia menjelaskan bahwa laporan yang muncul di media seringkali merupakan jeritan atau aspirasi masyarakat yang membutuhkan penyelesaian cepat. "Tolong seluruh jajaran yang ada, bahwa sekecil apapun suara dari teman-teman media, itu adalah jeritan dari masyarakat, keluhan dari masyarakat. Mau tidak mau kita harus melakukan langkah cepat, respons cepat untuk menanggapi," tegas Sigit.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sinergitas Media dan Polri untuk Respons Berbasis Kebutuhan Nyata

Dia berharap sinergitas antara media dan Polri terus terjaga, agar respons kepolisian di lapangan bukan didasari keinginan sendiri, melainkan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. "Sehingga ke depan tentunya respons kita bukan respons karena keinginan sendiri, tapi respons kita betul-betul respons di lapangan yang kemudian bergerak karena kita mendengarkan suara publik yang disuarakan oleh rekan-rekan media," ucapnya.

Permohonan Maaf dan Komitmen Penindakan Tegas

Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila terdapat perilaku anggota Polri yang mencederai rasa keadilan publik, baik disadari maupun tidak. "Kemudian dalam kesempatan ini, tentunya saya mengucapkan permohonan maaf apabila di dalam keseharian kami mungkin ada perbuatan dari anggota-anggota kami yang disadari maupun tidak disadari, Menciderai rasa keadilan publik. Oleh karena itu kami dalam hal ini, kami mohon maaf," tutur Kapolri.

Dia berjanji akan tidak segan-segan menindak tegas anggota yang menciderai keadilan publik, terutama yang melakukan pelanggaran. Penindakan tegas ini disebut sebagai bentuk komitmen institusi Korps Bhayangkara terhadap publik, masyarakat, dan insan pers. "Dan ini sebagai bentuk komitmen kami, komitmen institusi terhadap publik, terhadap masyarakat, dan terhadap insan pers," ucap Jenderal Sigit.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga