Kapolri Beri Arahan Khusus untuk Operasi Ketupat 2026 dan Pengamanan Idul Fitri
Kapolri Beri Arahan untuk Operasi Ketupat 2026 dan Idul Fitri

Kapolri Berikan Arahan Strategis untuk Operasi Ketupat 2026

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 untuk pelayanan perayaan Idul Fitri telah dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan penting kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan perayaan hari raya tersebut.

Implementasi SKB untuk Kelancaran Lalu Lintas

Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan lebaran 2026/1447 Hijriah. "Untuk itu, saya berharap agar seluruh personel memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik," tegasnya.

SKB tersebut mengatur beberapa hal krusial:

  • Pembatasan operasional angkutan barang
  • Penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil genap
  • Penundaan proyek konstruksi
  • Pengaturan penyeberangan laut
  • Pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat

"Selanjutnya, guna menjaga kelancaran jalur penyeberangan, akan diterapkan delaying system, buffer zone, dan sistem first come first serve," tambah Kapolri dalam sambutannya di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Monitoring Stabilitas Harga dan Pasokan

Selain aspek kelancaran lalu lintas dan jalur penyeberangan, Jenderal Sigit menekankan pentingnya perhatian terhadap stabilitas harga dan ketersediaan Bapokting (Bahan Pokok Penting) serta BBM. "Oleh karena itu, lakukan monitoring ketersediaan pasokan dan fluktuasi harga. Serta pastikan distribusi terlaksana dengan lancar dan tepat waktu," instruksinya.

Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi selama periode mudik dan lebaran:

  1. Kejahatan konvensional
  2. Premanisme
  3. Balap liar
  4. Perkelahian antarkelompok

"Untuk itu, lakukan patroli rutin dengan melibatkan pam swakarsa utamanya pada titik-titik dan jam rawan. Selain itu, lakukan pendataan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik dan sediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor-kantor kepolisian dan juga kantor-kantor pemerintah lainnya guna memberikan rasa aman bagi masyarakat," jelas Kapolri.

Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana

Mengacu pada prediksi BMKG, potensi cuaca wilayah Indonesia pada saat arus mudik lebaran diperkirakan dalam kondisi berawan hingga hujan lebat. Kapolri mengingatkan perlunya kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan baik tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada tahap pra, saat, dan pascabencana," beber Jenderal Sigit.

Strategi Komunikasi Publik yang Efektif

Kapolri menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan operasi harus didukung dengan strategi komunikasi publik yang baik. "Pastikan masyarakat mengetahui seluruh informasi layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, hingga penerapan rekayasa lalu lintas," ujarnya.

Selain itu, Jenderal Sigit meminta pengoptimalan layanan kepolisian 110 untuk menghadirkan pelayanan yang responsif dan solutif. "Sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran rekan-rekan, baik dalam menginformasikan perkembangan situasi hingga menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat," tutup Kapolri menegaskan komitmen kepolisian dalam pengamanan Idul Fitri 2026.