Kapolres Bogor Akan Tindak Tegas Pelaku Tawuran Berkedok SOTR
Kapolres Bogor Tindak Tegas Tawuran Berkedok SOTR

Kapolres Bogor Akan Tindak Tegas Pelaku Tawuran Berkedok SOTR

Pihak kepolisian di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk tindakan kekerasan yang terjadi di wilayah hukumnya. Fokus utama saat ini adalah pada pelaku tawuran yang menggunakan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) sebagai kedok untuk aksi premanisme.

Ancaman Hukum untuk Kelompok Bersenjata Tajam

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi aksi kekerasan, penganiayaan, atau tawuran, terutama yang melibatkan senjata tajam. "Kami akan menindak tegas para pelaku kekerasan, penganiayaan, dan tawuran khususnya kelompok yang menggunakan senjata tajam berkedok kegiatan Sahur On The Road (SOTR)," ujarnya pada Jumat (20/1/2026). Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap meningkatnya insiden tawuran remaja yang sering kali terjadi pada malam hari selama bulan Ramadan.

Patroli Sahur sebagai Langkah Preventif

Sebagai upaya pencegahan, Polres Bogor akan mengintensifkan patroli dengan menggelar "Patroli Sahur" secara rutin dan berskala besar. Tujuan dari patroli ini adalah untuk menekan potensi tawuran remaja dan aksi balap liar yang kerap mengganggu ketertiban umum. "Sebagai langkah preventif, jajaran Polres Bogor secara rutin akan menggelar Patroli Sahur berskala besar untuk menekan dan mencegah potensi tawuran remaja serta aksi balap liar," jelas Kapolres Wikha. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan mencegah eskalasi kekerasan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Menjaga Keamanan

Kapolres Bogor juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. "Pastikan anak sudah berada di rumah agar tidak terlibat dalam kegiatan yang mengganggu ketertiban umum dan berujung pada konsekuensi hukum," terangnya. Dia menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama antara kepolisian dan masyarakat.

Masyarakat diharapkan proaktif dalam melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan. "Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat melihat adanya perkumpulan remaja atau indikasi kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan melalui Hotline Bebas Pulsa 110," pungkas Kapolres Wikha. Dengan sinergi ini, diharapkan wilayah Kabupaten Bogor dapat tetap aman dan tertib, khususnya selama bulan Ramadan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga