Polisi Temukan Helm Diduga Milik Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Polisi masih terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dalam perkembangan terbaru, aparat kepolisian berhasil menemukan helm yang diduga kuat merupakan milik pelaku kejahatan tersebut.
Barang Bukti Dikirim untuk Pengujian Forensik
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membawa sejumlah barang bukti dari olah tempat kejadian perkara. Awalnya, penyidik menemukan baju dan helm milik korban yang kondisinya sudah meleleh akibat zat kimia korosif.
"Pada tanggal 13 Maret 2026, kami melakukan pengiriman sampel baju dan helm milik korban ke Puslabfor Bareskrim Polri," jelas Reynold dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).
Tujuan pengujian tersebut adalah untuk menentukan senyawa kimia apa yang terkandung sehingga menyebabkan korban mengalami luka bakar dan pakaiannya rusak parah. Selain barang milik korban, penyidik juga berhasil mengamankan helm diduga milik pelaku.
"Pada tanggal 15 Maret 2026, kami melakukan pengiriman barang bukti helm yang diduga milik pelaku ke Pusiden Bareskrim Polri untuk mendapatkan sidik jari atau fingerprint, dan ke Puslabfor Polri untuk mendapatkan DNA yang diduga milik pelaku," beber Reynold lebih lanjut.
Pelaku Diduga Mengikuti Pergerakan Korban
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengungkap temuan penting dalam penyelidikan kasus ini. Berdasarkan analisis rekaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta, terungkap bahwa para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas. Pergerakan mereka terlacak dari kawasan Jakarta Selatan hingga tempat kejadian perkara di Jakarta Pusat.
Iman memaparkan rute yang dilalui pelaku:
- Mengitari Jalan Medan Merdeka Raya
- Melintasi Jalan Ir H Juanda
- Bergerak di sekitar kawasan Tugu Tani
- Mendekati gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
Saat itu, Andrie Yunus sedang berada di YLBHI untuk menghadiri suatu acara. Setelah aktivis tersebut menyelesaikan kegiatannya, pelaku kembali mengikutinya sebelum akhirnya melakukan aksi penyiraman air keras.
Empat Terduga Pelaku dalam Pengawasan
Polisi menyatakan bahwa terdapat empat orang terduga pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS ini. Temuan helm sebagai barang bukti diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan penangkapan pelaku.
Pengujian forensik yang sedang dilakukan terhadap helm tersebut mencakup:
- Analisis sidik jari untuk identifikasi biometrik
- Pemeriksaan DNA untuk konfirmasi identitas pelaku
- Uji kandungan kimia untuk melengkapi bukti forensik
Kasus ini terus menjadi perhatian publik mengingat korban merupakan aktivis HAM yang aktif mengadvokasi kasus-kasus kekerasan. Polisi berjanji akan terus mengembangkan penyelidikan dengan memanfaatkan semua barang bukti yang berhasil diamankan, termasuk helm yang kini menjadi fokus pemeriksaan.
