Dejang Heluka, pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM), muncul dalam sebuah video pernyataan setelah kelompoknya membantai delapan pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam rekaman yang diterima detikcom, Dejang bersama anak buahnya berdiri di dekat salah satu jenazah korban.
Dejang menyebut pembunuhan ini sebagai bentuk balas dendam atas kematian dua rekannya yang tewas dalam kontak tembak dengan aparat di Distrik Dekai, Yahukimo, pada Sabtu (17/5/2026). "Saya sudah bilang kemarin, kau ambil 2 nyawa, tapi saya akan lawan, sebanyak yang kau bunuh," ujarnya dalam video tersebut.
Kronologi Pembunuhan
Delapan pendulang emas ditemukan tewas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, pada Rabu (20/5/2026). Selain motif balas dendam, OPM menduga para korban adalah aparat yang menyamar. Tim Penerangan Koops TNI Habema, Kapten Sus Dewa Puspanegara, mengonfirmasi bahwa aksi ini dilakukan oleh kelompok Dejang Heluka bersama kelompok Kopitua Heluka.
Kapten Sus Dewa menambahkan bahwa kelompok ini telah lama berulah di Yahukimo. "Kalau mereka ini sepak terjangnya sudah banyak di Yahukimo. Salah satunya pembunuhan yang orang Toraja, jadi pekerja di seolah itu dibacok kepalanya, dibunuh," ujarnya.
Identitas Korban dan Tersangka
Dua anggota OPM yang tewas sebelumnya adalah Yoper Payage dan Marten Heluka. Sementara itu, delapan korban pendulang emas belum diidentifikasi secara resmi. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pembunuhan ini menambah panjang daftar kekerasan yang dilakukan OPM di Papua. Aparat keamanan terus berupaya mengejar kelompok bersenjata tersebut untuk memulihkan keamanan di wilayah itu.



