Debt Collector Tusuk Advokat di Tangerang, Kronologi Mengerikan Terungkap
Sebuah insiden berdarah mengguncang kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, ketika sekelompok debt collector atau yang dikenal sebagai 'mata elang' (matel) melakukan penarikan kendaraan secara paksa dengan kekerasan. Peristiwa ini terjadi di perumahan Karawaci pada Minggu (23/2) dan mengakibatkan korban, seorang advokat bernama Bastian Sori, mengalami luka tusuk serius.
Kronologi Penusukan yang Viral di Media Sosial
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kejadian bermula pada Senin (23/2) pukul 16.40 WIB. Korban dan istrinya, yang hendak menjemput anak mereka, mendapati tiga orang pelaku di depan rumahnya. Terjadi cekcok mulut terkait tunggakan cicilan mobil Toyota Fortuner milik korban yang telah menunggak selama dua bulan.
"Korban dan saksi tidak menghiraukan ketiga orang tidak dikenal yang mengaku sebagai debt collector," jelas Budi. Saat tiba di gerbang perumahan, korban menegur petugas keamanan karena kehadiran pelaku. Pertemuan di gerbang memicu aksi cekcok yang berujung pada penusukan.
Dalam video amatir yang viral, terlihat dua pria memasuki mobil bernopol B-2540-JUN dan melarikan diri. "Eh ini... ini perampok. Tolong, tolong ini debt collector, perampok... perampok... heh perampok," teriak seorang wanita dalam rekaman tersebut. Video lain menunjukkan korban duduk dengan perut berlumur darah, sementara istrinya berteriak histeris meminta pertolongan.
Satu Pelaku Ditangkap di Semarang, Dua Lainnya Masih Diburu
Polisi berhasil menangkap satu pelaku berinisial JBI pada Selasa (24/2) malam di Semarang, Jawa Tengah. "Diamankan di bus, pada saat mau melarikan diri," ujar Budi Hermanto. Pelaku kini menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik Jatanras Polda Metro Jaya.
Namun, dua pelaku lainnya masih dalam pencarian. Kapolres Metro Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan, "Identifikasi satu pelaku penusukan, dua lagi masih dicari." Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan, AKP Wira, menambahkan bahwa penyelidikan dilakukan secara intensif oleh berbagai unit kepolisian untuk mengungkap kasus ini sepenuhnya.
Kondisi Korban dan Respons Polisi
Korban ditusuk sebanyak tiga kali, dengan dua luka di perut dan satu di punggung. Setelah sempat dibawa ke klinik, ia dilarikan ke RS Siloam Internasional Lippo Karawaci karena lukanya yang serius. Polisi terus melakukan pendalaman untuk memastikan motivasi dan keterlibatan semua pihak dalam insiden ini.
Insiden ini menyoroti praktik debt collector yang sering kali menggunakan cara-cara kekerasan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan tindakan serupa kepada pihak berwajib. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas pelaku guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.



