6 Debt Collector Gagal Tarik Motor di Rawamangun Usai Didebat Ayah Korban
Debt Collector Gagal Tarik Motor di Rawamangun

Enam orang debt collector atau mata elang (matel) gagal menarik sepeda motor seorang wanita berinisial HF (24) di Jalan Pemuda Asli, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Kamis, 18 Juni 2026. Aksi mereka batal setelah ayah HF berdebat keras dengan para matel tersebut. Peristiwa ini viral di media sosial setelah video rekamannya beredar luas.

Kronologi Kejadian

Menurut Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, HF merasa diikuti oleh enam orang debt collector mulai dari Jalan Pemuda hingga ke Puskesmas. Saat melintas di Jalan Kayu Jati Raya, ia diberhentikan paksa oleh komplotan tersebut. HF kemudian menyarankan para debt collector untuk bertemu dengan orang tuanya.

Sesampainya di tempat kerja orang tua HF, terjadilah perdebatan sengit. Ayah HF mempertanyakan dasar penarikan kendaraan, termasuk ketidaksesuaian pelat nomor dengan jenis kendaraan. "Sempat terjadi adu mulut antara kedua belah pihak, lalu pihak debt collector pergi meninggalkan lokasi. Unit sepeda motor tidak diambil," ujar Made Budi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Viral dan Respons Publik

Video yang memperlihatkan para matel tersenyum saat didebat ayah korban menuai kecaman warganet. Banyak yang menyoroti praktik debt collector yang dinilai kerap melanggar prosedur. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap praktik penarikan kendaraan ilegal. Pihak kepolisian mengimbau korban debt collector segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga