Kapolri Umumkan Data Mudik 2026: 1,2 Juta Kendaraan Keluar Jakarta, Kecelakaan Turun 40%
Data Mudik 2026: 1,2 Juta Kendaraan Keluar Jakarta

Kapolri Umumkan Data Mudik 2026: 1,2 Juta Kendaraan Keluar Jakarta, Kecelakaan Turun 40%

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan data terkini terkait arus mudik Lebaran 2026. Hingga hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat, tercatat sebanyak 1.213.388 kendaraan telah meninggalkan Ibu Kota Jakarta. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan Drastis Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026), Kapolri menyampaikan kabar menggembirakan. Jumlah kecelakaan lalu lintas selama mudik 2026 mengalami penurunan drastis sebesar 40,91 persen. Secara rinci, terdapat penurunan 682 kasus dibandingkan dengan Operasi Ketupat tahun 2025.

"Alhamdulillah jumlah kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan pada kita ini menurun 40,91 persen atau 682 kasus dibandingkan pada operasi ketupat tahun 2025 kemarin," ujar Sigit. Dia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berkendara semakin membaik, dan berharap kondisi kondusif ini dapat terjaga hingga seluruh rangkaian mudik dan arus balik selesai dengan selamat.

Volume Kendaraan Meningkat dan Tantangan Kepadatan

Meski angka kecelakaan turun, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta justru naik. Kendaraan yang melalui jalan tol meningkat 2,83 persen dibandingkan Lebaran 2025. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri bagi petugas kepolisian, terutama di titik-titik krusial seperti gerbang tol utama menuju arah timur.

Pantauan terkini menunjukkan kepadatan terjadi di beberapa gerbang tol dan pelabuhan penyeberangan. Kapolri menyebutkan bahwa titik paling padat yang termonitor adalah Gilimanuk, namun perlahan sudah bisa diurai. Demikian pula dengan kepadatan di Gerbang Tol Cikatama yang menjadi perhatian serius.

Upaya Polri dalam Mengurai Kemacetan dan Menjaga Kenyamanan

Polri melakukan berbagai upaya rekayasa lalu lintas untuk mengatasi antrean panjang kendaraan. Selain itu, disediakan pos-pos terpadu di sepanjang jalur arteri dan jalan tol. Fasilitas ini mencakup tempat istirahat, pengecekan kesehatan gratis, serta penyediaan makanan dan pengisian BBM bagi pemudik.

"Sehingga masyarakat yang ingin beristirahat di situ disiapkan fasilitas untuk istirahat, fasilitas untuk pengecekan kesehatan, termasuk juga kalau seandainya ingin makan apakah buka atau sahur, ataupun juga mengisi BBM," jelas Kapolri.

Antisipasi Kendala Teknis dan Layanan Digital

Untuk mengantisipasi kendaraan mogok atau kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan, Polri menyiagakan tim khusus yang dilengkapi unit motor. Pasukan ini dirancang untuk bergerak cepat dan menembus titik-titik kepadatan yang sulit dijangkau oleh mobil bantuan.

Di sisi teknologi, Polri meluncurkan berbagai layanan informasi digital seperti NTMC, Travoy, serta aplikasi khusus wilayah seperti Sipolan dan Siger. Layanan ini bertujuan membantu pemudik menentukan rute terbaik secara real-time. Selain itu, layanan telepon 110 tetap disiapkan untuk menerima pengaduan manual dari masyarakat.

Dengan kombinasi kesiapan fisik dan dukungan teknologi, Polri berkomitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan mudik Lebaran 2026 hingga selesai.