Polisi Ungkap Cairan Kimia dari Lab Sekolah Digunakan Pelajar untuk Siram Korban di Jakpus
Polisi telah mengungkap kasus penyiraman cairan kimia yang dilakukan oleh tiga pelajar di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Ketiga remaja tersebut tidak menggunakan air keras, melainkan cairan kimia yang didapatkan dari laboratorium sekolah. Kasus ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan keprihatinan publik.
Bahan Kimia Berasal dari Sekolah
Kasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, mengonfirmasi bahwa cairan yang digunakan bukan air keras. "Untuk cairan bukan air keras, melainkan bahan kimia," kata Rita pada Kamis (12/2/2026).
Rita menjelaskan bahwa bahan kimia tersebut diambil dari laboratorium sekolah oleh salah satu pelaku. "Didapatkan dari sekolah. Salah satu remaja mengambil dari lab sekolah," jelasnya. Hal ini menunjukkan akses mudah terhadap bahan berbahaya di lingkungan pendidikan.
Aksi Penyiraman Dilakukan Secara Random
Polisi menangkap tiga pelajar yang menyiram cairan kimia kepada pelajar lain di Jalan Cempaka Raya. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, pelaku dan korban tidak saling kenal. "Nggak (saling kenal). Jadi keterangannya itu hanya random aja," kata Roby pada Senin (9/2).
Roby menambahkan bahwa pelaku melakukan penyiraman karena takut diserang duluan. "Mereka itu ngelihat anak-anak sekolah lain di seberang jalan, langsung kalau alasannya sih. Kebiasaannya kalau begitu takutnya mereka yang diserang, mereka menyerang duluan. Intinya sih mereka berperilaku agresif duluan. Korbannya random," jelasnya.
Kronologi Kejadian yang Viral
Aksi ketiga pelajar ini viral di media sosial pada Minggu (8/2). Dalam rekaman yang beredar, terlihat tiga pelajar berseragam sekolah berboncengan di sepeda motor. Mereka berhenti di pinggir jalan sebelum melanjutkan perjalanan.
Saat berpapasan dengan siswa lain yang juga bonceng tiga dari arah berlawanan, pelaku menyerempet motor korban dan menyiramkan cairan dari botol kemasan. Cairan tersebut mengenai pelajar yang melaju dari arah berlawanan, sementara pelaku langsung meninggalkan lokasi. "Intinya bertiga orang ini bonceng motor, terus kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram," kata Roby.
Korban Alami Cedera Mata
Salah satu korban mengalami cedera pada bagian mata dan sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, korban telah pulang ke rumah. "Sekarang posisinya sudah di rumah. Kemarin sempat dirawat di rumah sakit sebentar, tapi habis itu sudah pulang," ujar Roby.
Insiden ini menyoroti masalah kekerasan di kalangan remaja dan akses terhadap bahan kimia berbahaya di sekolah. Polisi masih mendalami motif dan latar belakang kejadian untuk pencegahan di masa depan.



