Bos Mafia Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali Setelah Buron Interpol
Bos Mafia Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali

Bos Mafia Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali Setelah Buron Interpol

Seorang pria warga negara Inggris, Steven Lyons (45 tahun), yang dikenal sebagai bos mafia ternama di Skotlandia, berhasil ditangkap di Bali. Buron Interpol ini merupakan sosok sentral dalam jaringan kriminal klan Lyons yang berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire, Skotlandia.

Latar Belakang Klan Lyons dan Perseteruan Berdarah

Klan Lyons terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow. Pada tahun 2006, Steven Lyons selamat dari sebuah penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons. Setelah insiden tersebut, dia pindah ke Spanyol sebelum akhirnya menetap di Dubai, Uni Emirat Arab.

Aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai. Disebutkan bahwa dia membangun hubungan dengan Daniel Kinahan, mantan promotor tinju, saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol. Menurut Stephen Dempster, produser dokumenter Kinahan: The True Story of Ireland's Mafia, pada pertengahan 2010-an, kelompok Lyons telah tumbuh lebih besar dan lebih kaya dengan memanfaatkan jaringan global kartel tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Insiden Penembakan di Spanyol dan Investigasi Polisi

Pada Mei 2025, saudara Steven Lyons, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan tewas ditembak di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola, Costa del Sol. Kedua pria itu menghabiskan malam dengan menonton final Liga Champions sebelum menjadi target seorang pria bersenjata yang bertindak sendirian. Pria asal Liverpool, Michael Riley (44), dituduh oleh polisi Spanyol sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Dalam beberapa hari setelah penembakan ganda itu, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol mengatakan bahwa tersangka merupakan anggota kelompok kriminal Daniel yang menjadi pesaingnya. Namun, Kepolisian Skotlandia menegaskan tidak ada indikasi bahwa pembunuhan di Spanyol tersebut terkait dengan perang antar kelompok kriminal yang masih berlangsung atau bahwa serangan itu direncanakan di Skotlandia.

Operasi Portaledge dan Pengungkapan Jaringan Mafia

Kepolisian Skotlandia mengungkapkan bahwa penyelidikan terhadap jaringan mafia Lyons dimulai sebelum perseteruan antar kelompok kriminal tahun lalu di Skotlandia. Sejumlah properti dibakar di Edinburgh dan sekitarnya pada Maret 2025, sebelum serangan meluas ke wilayah barat pada awal April. Kepolisian kemudian meluncurkan Operasi Portaledge sebagai respons, yang sejauh ini telah menghasilkan lebih dari 60 penangkapan.

Polisi dari Skotlandia dan Spanyol mendapat dukungan dari Europol serta petugas di Belanda, Turki, dan Uni Emirat Arab. Petugas di Turki menyita dua bidang tanah dan sebuah vila yang diperkirakan bernilai sekitar £520.000, serta saham di sebuah perusahaan. Europol mengatakan bahwa mereka meminta keterangan juga dari empat warga Turki sebagai saksi.

Deteksi dan Penangkapan di Bali

Awal Maret 2026, Steven Lyons sempat diberitakan telah ditangkap di Bahrain. Ia ditangkap lagi lima bulan setelah dibebaskan dari tahanan di Dubai. Namun, dalam waktu beberapa minggu kemudian, keberadaannya menjadi misteri. Tak lama setelah itu, ia terdeteksi berpergian ke Bali. Dia diduga menjadi otak di balik pengoperasian sejumlah perusahaan fiktif dan terlibat dalam kasus pencucian uang.

Lyons ditangkap oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Polda Bali, dan Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Sabtu (28/3/2026), sekitar pukul 11.58 Wita. Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widiyatmoko, menyampaikan bahwa penangkapan ini merupakan hasil langsung dari ketajaman deteksi dan kerja sama intelijen global.

"Keberhasilan penangkapan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang sangat cepat dan presisi. NCB Interpol Indonesia menerima notifikasi dari NCB Abu Dhabi bahwa subjek red notice sedang dalam penerbangan menuju wilayah Indonesia. Berdasarkan data tersebut, Divhubinter Polri langsung menginstruksikan langkah pencegatan dan berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Polda Bali serta pihak Imigrasi," ujar Brigjen Pol Untung Widiyatmoko, Selasa (31/3).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Red Notice dan Operasi Armourum

Steven Lyons terdaftar dalam Red Notice Interpol bernomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Penangkapan di Indonesia ini merupakan bagian integral dari Operasi Armourum, sebuah investigasi gabungan multinasional yang diinisiasi oleh Unit Central Operativa Guardia Civil Spanyol dan Police Scotland.

Brigjen Pol Untung Widiyatmoko menekankan komitmen Polri bahwa Indonesia tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan terorganisasi. Saat ini, pihak berwenang Indonesia telah memutuskan untuk segera mendeportasi tersangka guna menghadapi proses peradilan di Eropa. Guna memastikan kelancaran dan keamanan proses pendeportasian, Polri telah memfasilitasi kedatangan dua perwira dari Guardia Civil Spanyol yang tiba di Bali pada Senin (30/3) sore, pukul 16.35 Wita. Keduanya akan berkoordinasi langsung dengan otoritas Indonesia untuk teknis serah terima dan pemulangan tersangka.