Boeing 737 Kargo Hilang Kontak dan Jatuh ke Laut Pakistan
Boeing 737 Kargo Hilang Kontak di Laut Pakistan

Boeing 737 Kargo Hilang Kontak di Lepas Pantai Karachi

Sebuah pesawat kargo Boeing 737 yang dioperasikan oleh K2 Airways dilaporkan hilang kontak saat terbang di atas perairan lepas pantai Karachi, Pakistan, pada Selasa (7/7/2026) malam. Pesawat tersebut membawa lima awak dan sedang dalam perjalanan dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Karachi. Otoritas penerbangan Pakistan mengonfirmasi bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian secara cepat sebelum akhirnya menghilang dari radar.

Menurut laporan yang dihimpun detikcom, Rabu (8/7/2026), pesawat kargo itu sempat melaporkan adanya masalah teknis pada sistem navigasi beberapa menit sebelum mulai menurunkan ketinggian. Komunikasi terputus pada pukul 21.21 waktu setempat, saat pesawat berada sekitar 287 kilometer di sebelah barat Karachi. Operasi pencarian dan penyelamatan kini tengah dilakukan oleh otoritas Pakistan, melibatkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Kronologi Kejadian: Masalah Navigasi hingga Penurunan Ekstrem

Otoritas bandara Pakistan menyebutkan bahwa pesawat kargo itu melaporkan masalah pada sistem navigasi pada pukul 21.18 waktu setempat. Operator lalu lintas udara (ATC) berupaya memandu pesawat, namun tiga menit kemudian, radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian drastis dan perubahan arah yang tajam. Komunikasi pun terputus. Data pelacakan dari Flightradar24 mengungkapkan bahwa pesawat mengalami serangkaian perubahan ketinggian tidak wajar sebelum akhirnya menukik tajam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Boeing 737 yang hilang tersebut merupakan pesawat berusia 27 tahun, dirakit pada tahun 1999 dan sebelumnya digunakan sebagai pesawat penumpang sebelum dimodifikasi menjadi kargo pada tahun 2012. Pesawat ini dioperasikan oleh K2 Airways, maskapai kargo swasta yang berkantor di Karachi dan didirikan pada tahun 2018. Dalam pernyataan resmi pada Rabu (8/7), K2 Airways mengidentifikasi kelima awak dan menyatakan bekerja sama penuh dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan serta instansi pemerintah lainnya. "Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh demi keselamatan rekan-rekan kami," demikian pernyataan K2 Airways.

Data Pelacakan: Penurunan 5.000 Kaki dalam Semenit

Data dari Flightradar24 menunjukkan bahwa pesawat sempat mengalami penurunan ketinggian drastis sekitar 5.000 kaki (1.524 meter) dalam waktu kurang dari satu menit, lalu naik kembali setinggi 6.000 kaki (1.828 meter) dalam 30 detik, sebelum akhirnya menukik tajam dari ketinggian 36.550 kaki (11.140 meter). Titik data terakhir mencatat posisi pesawat pada ketinggian 1.100 kaki (335 meter) di atas permukaan laut dengan kecepatan penurunan vertikal minus 22.400 kaki (6.827 meter) per menit, setara dengan sekitar 400 kilometer per jam. Laju penurunan ini sangat curam dan tidak wajar, mengindikasikan kemungkinan kecelakaan.

Flightradar24 juga mencatat bahwa pesawat mengalami gangguan Global Navigation Satellite System (GNSS) tak lama setelah lepas landas dari Sharjah, yang mempengaruhi akurasi pelacakan. Sementara itu, laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa layanan pelacakan penerbangan mengindikasikan pesawat kemungkinan jatuh ke lautan di sebelah barat daya Karachi. Otoritas Pakistan telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan terkoordinasi di laut, melibatkan berbagai instansi. Penyebab insiden ini belum diketahui secara jelas dan masih dalam penyelidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga