Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu Saat Mancing di Bogor
Bocah Tewas Diserang Anjing Pemburu Saat Mancing di Bogor

Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun tewas setelah diserang oleh kawanan anjing pemburu babi hutan di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini terungkap setelah ditemukannya mayat korban di area hutan setempat.

Kronologi Kejadian

KBO Satreskrim Polres Bogor, Iptu Dwi Wiyanto, menjelaskan bahwa insiden bermula pada Minggu (7/6/2026) siang, ketika pihak kepolisian menerima laporan mengenai penemuan mayat seorang anak laki-laki. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa saat itu sedang berlangsung perburuan babi hutan yang melibatkan puluhan anjing. Korban bersama seorang temannya sedang memancing di kawasan hutan ketika mereka diserang oleh kawanan anjing tersebut.

"Dari hasil penyelidikan, ditemukan ada kegiatan memburu babi dengan menggunakan anjing-anjing. Di mana ada beberapa ekor anjing yang mengejar dua anak yang kebetulan berada di kawasan hutan, yang sedang melakukan aktivitas memancing," ujar Dwi. "Satu anak berhasil selamat, sedangkan satu anak lainnya menjadi korban meninggal dunia akibat gigitan anjing-anjing yang sedang melakukan aktivitas perburuan," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Puluhan Pemburu Diamankan

Kapolsek Jasinga, AKP Agus Hidayat, mengungkapkan bahwa saat kejadian terdapat puluhan pemburu babi hutan di sekitar lokasi. Total 43 orang pemburu diamankan oleh pihak kepolisian. Masing-masing pemburu membawa anjing untuk membantu perburuan. Mereka tersebar di berbagai titik dalam area hutan seluas puluhan hektare.

"Yang jelas jumlahnya (pemburu babi hutan) sesuai yang kita amankan itu ada 43 orang, iya itu pemburu babi hutan semua. Nah masing-masing pemburu itu membawa anjing untuk berburu," kata Agus. Ia menjelaskan bahwa kawanan anjing yang menyerang korban terdiri dari empat ekor yang berada di titik terdekat dengan lokasi korban memancing.

Proses Penyelidikan

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, turut mengawal pengiriman sampel ke Puslabfor Bareskrim Polri guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Sampel tersebut diambil dari lokasi kejadian untuk mengidentifikasi lebih detail penyebab kematian korban.

Peristiwa ini menjadi peringatan akan bahaya aktivitas perburuan liar yang melibatkan hewan buas di dekat pemukiman atau area publik. Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seorang anak.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga