Warga Wagom Usulkan Aiptu Harmanto sebagai Kandidat Hoegeng Awards 2026
Jakarta - Aiptu Harmanto, seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kelurahan Wagom, Fakfak, Papua Barat, telah mendapatkan pengakuan luas dari masyarakat setempat sebagai sosok polisi yang jujur dan berintegritas tinggi. Atas dedikasinya tersebut, warga Wagom bernama Maidrus Hindom secara resmi mengusulkan Harmanto sebagai kandidat penghargaan Hoegeng Awards 2026.
Problem Solver bagi Masyarakat
Maidrus menyatakan bahwa Aiptu Harmanto dikenal sebagai problem solver yang selalu hadir di tengah-tengah permasalahan warga. "Orangnya berwibawa, kami sebagai masyarakat juga menilai beliau sangat baik. Selalu memberi solusi, mau dalam tugas kepolisian atau di luar kepolisian dia selalu membantu," ujar Maidrus kepada detikcom pada Rabu, 18 Februari 2026.
Di Kelurahan Wagom, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, perselisihan antarwarga kerap terjadi. Namun, kehadiran Aiptu Harmanto dinilai mampu menjadi pemecah kebuntuan dalam berbagai konflik. "Setiap ada permasalahan di RT, di lingkungan kami biasanya ada keributan masyarakat, cekcok perselisihan antara tetangga, itu dia datang mediasi. Sebelum dia tindak lanjuti ke Polres, biasanya Pak Harmanto yang mediasi dulu, kecuali dia berat sekali, baru diajukan ke Polres," tambah Maidrus.
Bukti Kejujuran: Menolak Suap dalam Kasus Miras dan Sengketa Tanah
Kejujuran Aiptu Harmanto terbukti ketika ia dengan tegas menolak suap dalam penanganan kasus peredaran minuman keras (miras). Maidrus mengaku pernah menyaksikan langsung insiden tersebut. "Itu betul memang kenyataan (Aiptu Harmanto tolak suap), pernah itu kejadian ada kasus miras mereka mau sodorkan uang ke Pak Harmanto untuk tutup mulut tapi dia tolak. Kalau dibilang jujur memang beliau jujur," cerita Maidrus.
Rasid Wadjo, Lurah Wagom, juga mengonfirmasi kejujuran Aiptu Harmanto. Ia menuturkan bahwa Harmanto konsisten menegakkan aturan tanpa pamrih, termasuk dalam kasus sengketa tanah. "Dalam hal sengketa tanah, menyelesaikan mau ambil keuntungan daripada situ dia mau menyuap, beliau bilang tidak bisa, prosesnya kan jelas karena kami di kelurahan ini ya membuat aturannya seperti siapa yang punya legalitas hukum jelas, ya tetap kita proses hingga beliau tidak mau yang namanya suap menyuap," jelas Rasid.
Kerja Sama dengan Masyarakat dan Penegakan Hukum
Saleha, Ketua RT 23 Kelurahan Wagom, menceritakan bagaimana Aiptu Harmanto aktif merangkul warga untuk memberantas peredaran miras. "Misalnya kemarin, saya punya warga, mereka beli miras. Jadi, saya sendiri yang kedapatan mereka bawa minuman, saya hubungi beliau, dia datang dan kita sama-sama sidak itu minuman itu 60 liter. Kita sama-sama ambil," kata Saleha.
Aiptu Harmanto, yang telah menjadi Bhabinkamtibmas di Kelurahan Wagom sejak 2015, menjelaskan filosofinya dalam bertugas. "Jadi pekerjaan di luar tupoksi kami, kami tetap menjalankan sesuai hati nurani sehingga program pemerintah berjalan dengan baik. Terutama bagaimana kita selalu mengayomi masyarakat memberikan jaminan khusus kepada masyarakat yang kurang maksimal terkait dengan masalah kesenjangan hukum," ucap Harmanto dalam wawancara dengan detikcom pada Senin, 6 Oktober 2025.
Pendekatan Edukatif dan Menjaga Citra Kepolisian
Harmanto menekankan pentingnya pendekatan edukatif dalam menangani warga yang berusaha menyuap. Ia berkomitmen untuk menjaga citra kepolisian yang telah dibangunnya. "Kami tetap sampaikan yang baik, apalagi suap-menyuap, kami namanya polisi ini kan selalu membawa citra kita punya instansi, pertama kita harus baik di masyarakat. Kalaupun ada masalah seperti itu, kami tetap memberikan arah yang baik, ikuti sesuai aturan hukum yang berlaku," imbuhnya.
Dengan rekam jejak yang mengesankan ini, usulan warga Wagom untuk menjadikan Aiptu Harmanto sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026 semakin kuat, menegaskan perannya sebagai teladan dalam penegakan hukum dan pelayanan masyarakat di Papua Barat.



