86 CCTV Ungkap Detik-detik Aktivis KontraS Disiram Air Keras, 4 Pelaku dari Jaksel
86 CCTV Ungkap Aktivis KontraS Disiram Air Keras, 4 Pelaku

86 CCTV Ungkap Detik-detik Aktivis KontraS Disiram Air Keras, 4 Pelaku dari Jaksel Kumpul Dekat Gambir

Polisi telah membeberkan hasil analisis rekaman dari 86 titik CCTV yang berhasil mengungkap detik-detik penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa keji ini terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat.

Pelaku Diduga Telah Membuntuti Korban Sebelum Penyerangan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa berdasarkan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. "Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian," tegas Iman dalam konferensi pers pada Senin, 16 Maret 2026.

Serangan penyiraman air keras ini mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh Andrie Yunus, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Kondisi korban hingga saat ini masih dalam pemantauan medis intensif.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rute Pelaku dari Jakarta Selatan Hingga Titik Kejadian

Rekaman CCTV juga berhasil mengungkap pergerakan para pelaku yang terdeteksi bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul di Jalan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir. Dari sana, pelaku melanjutkan perjalanan melintasi Jalan Ir H Juanda, Jalan Medan Merdeka Barat, hingga kawasan Tugu Tani sebelum akhirnya menuju ke LBH Jakarta.

Para pelaku mulai membuntuti Andrie Yunus setelah korban selesai menghadiri suatu kegiatan di LBH Jakarta. Korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya sekitar pukul 23.32 WIB hingga 23.35 WIB dan tetap diikuti oleh pelaku selama proses tersebut.

Terduga pelaku berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor. Mereka terlihat menunggu di depan KFC Cikini sebelum akhirnya mengikuti korban ke Jalan Diponegoro hingga tiba di Jalan Salemba I. Di lokasi inilah pelaku melakukan aksi keji dengan menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie Yunus.

Pelarian Pelaku yang Terencana dan Tergambar CCTV

Usai beraksi, dua pelaku kabur dengan melawan arus menuju Senen, Kramat Raya, Tugu Tani hingga Gondangdia lalu bergerak kembali ke Jakarta Selatan. Sementara itu, dua pelaku lainnya melarikan diri melalui Matraman menuju Jatinegara hingga Jalan Otto Iskandardinata di Jakarta Timur.

"Hasil analisa juga menunjukkan salah satu pelaku sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian," tambah Iman Imanuddin. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku melakukan persiapan yang matang untuk menghilangkan jejak setelah aksi penyerangan.

Desakan Penuntasan Kasus dari Berbagai Pihak

Akibat terkena siraman air keras, Andrie Yunus mengalami luka di bagian wajah dan pundaknya. Banyak pihak, termasuk organisasi masyarakat dan lembaga hukum, mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku dan mengusut dalang di balik peristiwa ini.

Bahkan Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan kasus ini hingga terang benderang. Desakan ini semakin menguatkan pentingnya penyidikan yang komprehensif dan transparan.

Kasus ini menyoroti kembali pentingnya perlindungan terhadap aktivis hak asasi manusia di Indonesia. Analisis CCTV yang detail diharapkan dapat mempercepat proses hukum dan mengungkap motif di balik serangan yang diduga kuat sebagai percobaan pembunuhan berencana ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga