Polres Cianjur Catat Lebih dari 551 Ribu Kendaraan Melintas Saat Momen Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, melaporkan bahwa volume kendaraan yang keluar dan masuk di jalur utama wilayah tersebut selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai sekitar 551.750 unit. Data ini menunjukkan aktivitas transportasi yang padat sekaligus berdampak positif pada perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Rincian Kendaraan dan Titik Perbatasan Terpadat
Menurut Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, dari total ratusan ribu kendaraan tersebut, perbatasan Cianjur-Bogor menjadi titik paling ramai dengan 208.776 kendaraan melintas. Pemudik dengan sepeda motor mendominasi di perbatasan ini, sebanyak 123.468 unit, berdasarkan rekapitulasi data pada 20-25 Maret 2026.
Jika dirinci lebih lanjut, dari 551.750 kendaraan yang keluar masuk Cianjur, selain di perbatasan Cianjur-Bogor, sebanyak 158.064 unit melintas di perbatasan Cianjur-Bandung, dan 184.910 unit di perbatasan Cianjur-Sukabumi. Kendaraan yang melintas didominasi oleh sepeda motor dengan jumlah 123.468 unit, sementara mobil mencapai 40.943 unit. Volume tertinggi terjadi pada 24 Maret 2026.
Dampak Positif pada Perekonomian Lokal
Aang juga menyoroti peningkatan perputaran ekonomi di sepanjang jalur utama Cianjur. Sebagian besar pemudik beristirahat di warung dan rumah makan yang banyak terdapat di sepanjang rute mudik, sehingga pusat keramaian, hotel, dan usaha kuliner di kawasan Puncak-Cianjur ramai dikunjungi selama libur hari raya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Nano Indrapraja, membenarkan hal ini. Dia menyebut tingkat hunian hotel tertinggi terlihat pada hari kedua setelah Lebaran, dengan rata-rata mencapai 70 persen, dan bahkan ada yang mencapai 80 persen untuk hotel berbintang dan ternama di kawasan Puncak-Cipanas. Prediksi hunian tetap tinggi hingga akhir Maret 2026, meski tidak melebihi pekan sebelumnya.
Penurunan Angka Kecelakaan dan Upaya Pengaturan Lalu Lintas
Polres Cianjur mencatat, selama musim mudik dan balik Lebaran 2026, angka kecelakaan sementara menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan korban jiwa delapan orang dan luka-luka 16 orang. Untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah atau one way di jalur Bandung-Cianjur pada H+2 Lebaran.
Data ini menggarisbawahi betapa signifikannya arus mudik dan balik Lebaran dalam memengaruhi dinamika transportasi dan ekonomi di Cianjur, sekaligus menunjukkan upaya penanganan yang dilakukan oleh aparat kepolisian untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pemudik.



