30 Personel Brimob Masih Berjaga di Markas Judol Hayam Wuruk Plaza
30 Brimob Jaga Markas Judol Hayam Wuruk Plaza

Jakarta - Puluhan personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya masih disiagakan untuk menjaga markas sindikat judi online (judol) di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Langkah ini dilakukan pascapenggerebekan besar-besaran oleh Bareskrim Polri pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Penjagaan Situasional

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa total satu peleton atau 30 personel Satbrimob dikerahkan untuk mengamankan lokasi. "Benar, saat ini masih terdapat personel Brimob Polda Metro Jaya yang melaksanakan penjagaan di kawasan perkantoran Hayam Wuruk," kata Budi kepada wartawan, Senin (11/5).

Budi menjelaskan bahwa penjagaan tersebut merupakan bagian dari langkah pengamanan pascapenindakan yang telah dilakukan sebelumnya. "Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas," ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Terkait durasi penjagaan, Budi menyatakan bahwa hal itu bersifat situasional dan akan mempertimbangkan dinamika serta kebutuhan pengamanan di lapangan.

Penggerebekan Markas Judol

Sebelumnya, Bareskrim Polri menggerebek markas judi online yang dioperasikan ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara di Gedung Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Taman Sari, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5). Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap total 320 WNA dengan rincian: 57 warga negara China, 228 warga negara Vietnam, 11 warga negara Laos, 13 warga negara Myanmar, 3 warga negara Malaysia, 5 warga negara Thailand, dan 3 warga negara Kamboja.

Dari total yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 426 dan atau Pasal 607 juncto Pasal 20 dan atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Langkah Selanjutnya

Polisi terus melakukan pengembangan kasus ini, termasuk menggandeng PPATK untuk menelusuri aliran dana sindikat judi online tersebut. Penjagaan ketat di lokasi tetap dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga