Mahasiswa UB Teliti Gen Z Mudah Resign saat Kerja, Ini Temuannya
Mahasiswa UB Teliti Gen Z Mudah Resign saat Kerja

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) melakukan penelitian mengenai fenomena Generasi Z yang kerap mudah mengundurkan diri atau resign dari pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang mendorong Gen Z mengambil keputusan tersebut.

Faktor Internal dan Eksternal

Penelitian yang dilakukan oleh tim mahasiswa UB ini mengidentifikasi sejumlah faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keputusan resign Gen Z. Faktor internal meliputi ketidakpuasan terhadap gaji, kurangnya penghargaan, dan keinginan untuk mencari pengalaman baru. Sementara faktor eksternal mencakup budaya perusahaan yang tidak sesuai, kurangnya fleksibilitas kerja, dan minimnya kesempatan pengembangan karir.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap 200 responden Gen Z yang pernah atau sedang bekerja di berbagai sektor industri. Data dianalisis secara kuantitatif untuk melihat korelasi antara variabel-variabel yang diteliti.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60% responden mengaku pernah berpikir untuk resign dalam setahun pertama bekerja. Alasan utama yang disebutkan adalah ketidakcocokan dengan budaya perusahaan dan kurangnya apresiasi dari atasan.

Rekomendasi untuk Perusahaan

Peneliti menyarankan perusahaan untuk lebih memahami karakteristik Gen Z, seperti kebutuhan akan fleksibilitas, pengakuan, dan keseimbangan kerja-hidup. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung, perusahaan dapat mengurangi tingkat turnover karyawan muda.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam menyusun strategi retensi talenta muda, serta bagi Gen Z sendiri untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan karir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga