Pemerintah Provinsi Banten berencana memperluas program sekolah gratis ke jenjang Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta, mulai Juli 2026. Keputusan ini diambil sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat Banten.
Latar Belakang Program
Program sekolah gratis sebelumnya hanya berlaku untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Banten. Dengan perluasan ini, siswa MA juga akan mendapatkan pembebasan biaya SPP dan bantuan operasional sekolah.
Gubernur Banten, Wahidin Halim, menyatakan bahwa program ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. "Kami ingin semua anak Banten memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (11/5/2026).
Detail Pelaksanaan
- Program berlaku untuk MA negeri dan swasta yang telah terakreditasi.
- Pembiayaan meliputi SPP, biaya operasional sekolah, dan sebagian biaya buku.
- Pendaftaran program akan dibuka mulai Juni 2026 melalui Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pendidikan Banten, Eneng Nurhayati, menjelaskan bahwa anggaran program ini sudah dialokasikan dalam APBD 2026. "Kami memastikan dana tersedia dan akan disalurkan langsung ke rekening sekolah," katanya.
Dampak yang Diharapkan
Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 15.000 siswa MA di seluruh Banten. Dengan adanya sekolah gratis, diharapkan angka partisipasi sekolah di jenjang menengah atas meningkat, terutama di daerah terpencil.
Selain itu, program ini juga diharapkan mengurangi angka putus sekolah akibat faktor ekonomi. Orang tua siswa menyambut baik kebijakan ini. "Kami sangat terbantu, karena biaya sekolah selama ini cukup memberatkan," ujar Siti, warga Serang yang anaknya bersekolah di MA.
Pemprov Banten juga berencana mengevaluasi program setiap tahun untuk memastikan efektivitasnya. Jika berhasil, program ini akan diperluas ke jenjang pendidikan lainnya.



