Dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial D dan R dilaporkan melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keduanya diketahui merupakan warga asal Jawa Tengah (Jateng). Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu, 25 April 2026, dan menghebohkan warga sekitar.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata, Nani (68), warga RT 005/RW 002 yang ikut membantu proses evakuasi, kedua korban ditemukan di belokan jalan samping kosan tersebut. Korban asal Pekalongan ditemukan dalam posisi tengkurap, sedangkan korban asal Brebes dalam posisi miring. Keduanya mengalami luka parah akibat jatuh dari ketinggian.
Identitas Korban
Nani menjelaskan bahwa kedua korban berasal dari daerah berbeda di Jawa Tengah. "Yang satu yang akhirnya meninggal itu dari Pekalongan. Yang satu yang masih bisa diajak bicara dari Brebes," ujar Nani saat ditemui di lokasi. Saat warga memeriksa tas milik korban, ditemukan KTP milik korban R asal Brebes, sementara identitas korban D tidak ditemukan.
Masa Kerja Korban
Kedua korban merupakan pekerja baru di kos tersebut. Korban R yang masih sadar mengatakan baru bekerja selama satu minggu. Sementara itu, berdasarkan informasi dari penjaga kos, korban D asal Pekalongan sudah bekerja selama tiga bulan di tempat tersebut.
Kondisi Korban
Korban R asal Brebes sempat merintih kesakitan dan memegang bagian belakang badan serta tangannya yang mengalami patah tulang. Korban D asal Pekalongan ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia. Tim medis segera mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Mintohardjo menggunakan ambulans.
Reaksi Warga
Warga sekitar sempat menanyakan alasan kedua PRT tersebut melompat dari lantai 4, namun keduanya enggan menjawab. "Waktu kita tanya, 'Kenapa kok pakai lompat dari atas?' Diam, tidak menjawab. Rasa takut ada ya. Kemudian tanya, 'Mau kabur ya?' diam. Kemudian, 'Apa yang punya rumah galak?' diam. Ya pokoknya dia diam saat itu," cerita Nani.
Penyelidikan Polisi
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti jatuhnya kedua PRT tersebut. Di lokasi kejadian, warga menemukan tas berisi pakaian milik korban yang diduga sebagai upaya untuk melarikan diri dari rumah majikan. Polisi juga masih mendalami keterangan dari saksi-saksi dan keluarga korban.



