Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menggelar rekonstruksi kasus kekerasan yang mengakibatkan kematian seorang pelajar berinisial AA (17) di depan SMA Negeri 3 Yogyakarta. Dalam rekonstruksi yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) tersebut, total 19 adegan diperagakan oleh para pelaku.
19 Adegan Peragaan Kekerasan
PS Kanit Unit 3 Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Gara Purba, menjelaskan bahwa rekonstruksi dimulai dari pertemuan korban dan pelaku di Jalan Magelang hingga ke titik tempat kejadian perkara (TKP) di depan SMAN 3 Yogyakarta. "Total sekitar ada 19 adegan dimulai dari proses korban dan pelaku bertemu di daerah Jalan Megelang hingga ke titik TKP depan SMAN 3 Yogyakarta," kata Ipda Gara Purba usai rekonstruksi, dikutip dari Antara.
Adegan terakhir dalam rekonstruksi memperlihatkan korban terjatuh sebelum akhirnya meninggal dunia. Korban AA mengalami satu kali bacokan pada dada bagian atas kanan. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans, nyawa korban tidak tertolong. "Dan pada faktanya ketika ditolong oleh ambulans dalam perjalanan menuju rumah sakit, namun sampai di rumah sakit korban sudah meninggal dunia akibat terkena bacokan di dada," tambahnya.
Enam Pelaku, Tiga Masih Buron
Dalam rekonstruksi tersebut, dari enam pelaku yang terlibat, hanya tiga orang yang menjalani rekonstruksi secara langsung. Tiga pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diperankan oleh pemeran pengganti. "Ada beberapa yang masih DPO kita gantikan dengan pemeran pengganti, imbauan dari saya untuk orang-orang yang masih dalam status DPO saat ini kita dari Satreskrim Yogyakarta akan terus melakukan pencarian terhadap DPO-DPO," tegas Ipda Gara Purba.
Dari tiga pelaku yang sudah ditangkap, satu orang di antaranya masih di bawah umur. Belakangan, polisi juga menetapkan satu tersangka tambahan yang berperan membantu pelaku utama melarikan diri. "Tersangka tambahan ini perannya adalah membantu pelaku tindak pidana dalam melarikan diri sebagai upaya mempersulit penyidik ataupun aparat penegak hukum dalam melakukan proses penyidikan," jelas Ipda Gara Purba.
Kronologi Kejadian
Peristiwa kekerasan yang merenggut nyawa AA terjadi pada Minggu (17/5/2026) dini hari. Korban bersama rekannya melintas di Jalan Magelang sekitar pukul 03.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor. Mereka diduga dikejar oleh para pelaku hingga akhirnya korban turun di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta dan mengalami penganiayaan yang berujung pada kematiannya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena kembali mencuatnya aksi klitih di wilayah Yogyakarta. Polisi berkomitmen untuk terus memburu para pelaku yang masih buron dan memproses hukum seluruh tersangka hingga tuntas.



