Wanita 58 Tahun di Bogor Dibacok Keponakan Sendiri yang Diduga ODGJ
Wanita Dibacok Keponakan ODGJ di Bogor Usai Salat Subuh

Wanita 58 Tahun di Bogor Dibacok Keponakan Sendiri yang Diduga ODGJ

Seorang perempuan berusia 58 tahun dengan inisial NH menjadi korban tindak kekerasan oleh keponakannya sendiri di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melakukan pembacokan terhadap korban usai ia pulang dari salat subuh di masjid.

Kronologi Kejadian Pagi Hari

Kapolsek Dramaga, AKP AM Zalukhu, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi pada pagi hari, tepatnya sekitar pukul 05.00 WIB. Korban baru saja tiba di rumah setelah menyelesaikan ibadah salat subuh di masjid setempat. Saat itu, ia melihat keponakannya yang diduga sedang mengalami stres dan marah-marah tanpa alasan yang jelas.

"Awal mula kejadian saat korban sampai rumah atau lokasi pulang selesai salat subuh dari masjid, melihat pelaku marah-marah," ujar Zalukhu pada Rabu (15/4/2026). Korban berusaha menenangkan pelaku, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan justru memicu aksi kekerasan lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penggunaan Golok dalam Serangan

Setelah gagal ditenangkan, pelaku yang diduga ODGJ tersebut mengambil senjata tajam berupa golok yang tersimpan di atas lemari. Dengan menggunakan senjata itu, ia kemudian melakukan pembacokan terhadap korban yang tidak berdaya. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk pundak, telinga, dan jari tangan.

Warga setempat yang mendengar kejadian itu segera beraksi. Mereka berhasil mengamankan pelaku dan melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang mendesak. Kondisi korban dilaporkan stabil meskipun mengalami trauma fisik dan psikologis yang signifikan.

Pelaku Didalami Riwayat Gangguan Jiwa

Dalam penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian mendapatkan keterangan dari keluarga pelaku dan korban bahwa pelaku memang memiliki riwayat gangguan jiwa. "Keterangan baik dari pihak keluarga pelaku dan korban bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sedang dalam pengobatan psikolog," jelas Zalukhu. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku mungkin tidak sepenuhnya sadar atas tindakannya.

Setelah diamankan, pelaku bersama ibunya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi di Bogor untuk menjalani evaluasi dan perawatan lebih lanjut. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pelaku mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisinya, sekaligus mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.

Implikasi dan Tanggapan Masyarakat

Kejadian ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di masyarakat, terutama bagi individu yang didiagnosis dengan gangguan jiwa. Banyak warga yang merasa prihatin dan berharap adanya sistem pendukung yang lebih baik untuk keluarga dengan anggota yang mengalami ODGJ.

Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan semua aspek hukum terpenuhi, sambil mempertimbangkan kondisi mental pelaku. Kasus ini juga mengingatkan akan perlunya kewaspadaan dan edukasi tentang cara menangani situasi dengan individu yang mungkin mengalami gangguan psikologis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga