Sidang Tuntutan Andrie Yunus Ditunda, Oditur Hadirkan Dua Ahli Dokter
Sidang Tuntutan Andrie Yunus Ditunda, Oditur Hadirkan Ahli

Sidang tuntutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, resmi ditunda. Agenda yang semula dijadwalkan pada Rabu, 20 Mei 2026, harus diundur karena oditur militer membutuhkan keterangan saksi tambahan.

Alasan Penundaan Sidang

Dalam persidangan yang digelar di Jakarta, oditur militer menyampaikan bahwa pihaknya masih memerlukan saksi ahli untuk memperkuat bukti dalam perkara ini. "Memang seyogianya pada hari ini adalah agendanya pembacaan tuntutan. Namun demikian, kami memang masih memerlukan adanya saksi tambahan," ujar oditur militer di hadapan majelis hakim.

Meskipun agenda tuntutan ditunda, sidang tetap dilanjutkan dengan agenda lain. Oditur militer menghadirkan dua orang dokter ahli dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memberikan keterangan medis terkait kondisi korban.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dua Dokter Ahli dari RSCM

Kedua ahli yang diajukan adalah dokter spesialis bedah plastik, Parintosa Atmodiwirjo, dan dokter spesialis mata, Faraby Martha. Keduanya merupakan bagian dari tim dokter yang menangani Andrie Yunus sejak 13 Maret 2026. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menilai dampak luka yang diderita korban.

Ketua Majelis Hakim menyoroti perlunya keterangan ahli guna menentukan tingkat keparahan luka. "Saya rasa itu juga signifikan karena kita mau melihat kan, apakah ini luka berat? Apakah luka ringan? Apakah akan berdampak kepada kesehatan lanjutan?" tanya hakim ketua.

Penasihat hukum para terdakwa tidak keberatan dengan permintaan tersebut. "Sangat tidak keberatan," kata penasihat hukum di persidangan.

Cedera Mata Andrie Yunus Parah dan Permanen

Dalam sidang lanjutan, dokter spesialis mata RSCM, Faraby Martha, mengungkapkan bahwa cedera mata yang dialami Andrie Yunus tergolong parah. Menurut Faraby, trauma kimia pada mata korban berada pada grade 3 dari 4 tingkat keparahan. "Yang saya tahu keparahan itu grade 3 dari 4. Jadi tingkat keparahan, trauma kimia matanya itu gradasi 3 dari 4. Artinya parah," jelas Faraby.

Faraby menegaskan bahwa grade 4 merupakan level paling berat. Cedera Andrie berada satu tingkat di bawah kondisi terparah. Lebih lanjut, ia memastikan bahwa kondisi tersebut bersifat permanen. "Permanen," jawab Faraby saat ditanya oditur mengenai kemungkinan pemulihan.

Meskipun demikian, tim dokter masih berupaya mempertahankan struktur bola mata korban. Mengenai fungsi penglihatan, dokter belum dapat memastikan apakah mata Andrie bisa kembali melihat. "Fokus pengobatan saat ini adalah mempertahankan struktur anatomi dari bola mata," ucap Faraby.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga