Pemukul Petugas SPBU di Jaktim Pakai Mobil Vellfire dengan Pelat Nomor Palsu
Pemukul Petugas SPBU Pakai Mobil Vellfire Pelat Palsu

Pelaku Pemukulan Petugas SPBU di Jakarta Timur Ditangkap, Gunakan Mobil Vellfire dengan Pelat Nomor Bodong

Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial JMH, yang diduga sebagai pelaku pemukulan petugas di SPBU Cipinang, Jakarta Timur. Insiden ini terjadi setelah petugas menolak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite ke mobil Toyota Vellfire hitam milik JMH, karena nomor polisi kendaraan tidak sesuai dengan hasil pencocokan barcode.

Pelat Nomor Palsu Jadi Penyebab Penolakan

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kejadian bermula ketika mobil Toyota Vellfire hitam hendak mengisi Pertalite. Namun, petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Budi menjelaskan, pelat nomor bodong yang digunakan pelaku memiliki nomor L-1-XD, yang bukan diperuntukkan untuk mobil Toyota Vellfire hitam tersebut. "Hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan," tegas Budi dalam keterangan resminya.

Pelaku Bukan Aparat, Ternyata Wiraswasta

Budi juga mengklarifikasi status pelaku yang sempat disebut-sebut mengaku sebagai aparat. Dari hasil pemeriksaan, JMH dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan seorang wiraswasta. "Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta," ungkap Budi.

JMH ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi. Ia kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait insiden ini.

Insiden Pemukulan Terekam CCTV dan Viral di Media Sosial

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, membenarkan peristiwa pemukulan yang terjadi pada Minggu (22/2) malam. Aksi ini terekam CCTV dan viral di media sosial, menunjukkan pria tersebut memukul wajah petugas SPBU setelah berbincang.

Dicky menjelaskan, pemukulan diawali dari penolakan petugas SPBU untuk mengisi bensin ke mobil pria tersebut karena pelat nomor kendaraan tak sesuai dengan peruntukannya. "Iya ini lagi penyelidikan. Yang bersangkutan mau isi Pertalite, tidak dilayani oleh SPBU. Pelatnya tidak sesuai, tidak untuk peruntukannya," kata Dicky.

Dalam video yang beredar, setelah memukul, pelaku sempat kembali ke mobil, lalu keluar lagi sambil membawa tas dan mengejar petugas. Ia kemudian meninggalkan area SPBU sementara, sebelum kembali dan menunjuk-nunjuk orang lain. Polisi masih menyelidiki motif lengkap di balik tindakan kekerasan ini, sambil mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan pengisian BBM subsidi demi keadilan dan ketertiban umum.