Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil
Mantan Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Mobil

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan penemuan alat pelacak di kendaraannya. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @tiyoardianto_, ia menyebutkan bahwa alat tersebut bernama PBX Finder dan ditemukan menempel di bagian bawah mobilnya.

Notifikasi Ponsel Mengungkap Keberadaan Alat Pelacak

Tiyo menjelaskan bahwa ia mengetahui adanya alat tersebut setelah menerima notifikasi penting di telepon genggamnya. Notifikasi itu memberitahukan bahwa sebuah perangkat pelacak bergerak bersamanya. "Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting: sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya," tulis Tiyo dalam unggahannya yang dikutip pada Senin (15/6/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang alat pelacak tersebut di bawah mobilnya. Namun, peristiwa ini baginya menjadi cerminan betapa besarnya risiko yang dihadapi oleh mereka yang peduli terhadap bangsa. "Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya. Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya, tapi ia justru mencoba untuk meracuni kita," ujar Tiyo.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi dan Imbauan

Dalam pernyataannya, Tiyo menekankan bahwa tindakan pemasangan alat pelacak ini merupakan bentuk ancaman serius. Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak. "Semoga Allah menjaga hamba yang percaya pada penjagaan-Nya," tutup dia.

Penemuan ini memicu diskusi di media sosial mengenai keamanan aktivis dan pengawasan ilegal. Banyak warganet yang mendukung Tiyo dan mengecam tindakan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pelanggaran ini.

Sebelumnya, Tiyo Ardianto dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang kerap menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Penemuan alat pelacak ini menambah daftar panjang kasus pengawasan terhadap aktivis di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga